Berita Utama

Sempat Gaduh, Pelajar yang Diduga Lakukan Hinaan ke PHB di Grup WhatsApp Berakhir Damai

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Kapolsek Sepatan, AKP I Gusti Moh. Sugiarto dengan didampingi Wakapolsek Iptu Suradi mendamaikan seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di wilayah Sepatan dengan para santri Pecinta Habib Bahar (PHB) pada Rabu (26/02/2020) siang.

Berawal dari ucapan Danu Arya Dadi, seorang pelajar SMP kelas IX yang diduga melontarkan kata-kata penghinaan terhadap PHB, tanpa sadar telah direkam diam-diam oleh Aldi Maulana yang lain tak adalah teman sekelasnya. Kemudian disebarnya ke grup WhatsApp pada Selasa (25/2/2020).

Baca Juga  Umroh Sambil Wisata ke Eropa Hanya Tipu Muslihat Pemilik Travel Simpli Saira Tours

Melihat video yang disebar Aldi Maulana, komunitas PHB merasa tidak terima dengan ucapan yang ada dalam video tersebut. Hal ini kemudian berujung pada pengepungan massa PHB ke tempat Danu bersekolah.

Mendapat laporan kejadian tersebut, Kapolsek Sepatan mencoba melakukan langkah persuasif dengan mengajak rekan-rekan dari Front Pembela Islam (FPI) dan Front Santri Indonesia (FSI) untuk berkomunikasi dengan pihak PHB, serta melibatkan pihak sekolah.

Baca Juga  Cabup Lebak: Pendukung Kolom Kosong harus Siap Terima Resiko tidak ikut Nikmati Program Pemerintah

Dengan pendekatan itu, Dedi Supriadi selaku Ketua FPI Sepatan dan Sahrul Munawar, Ketua FSI Sepatan mengajak pihak PHB untuk diselesaikan secara kekeluargaan ke Polsek Sepatan, agar pihak Polsek ikut menengahi permasalahan antara Dani (diduga menghina) dengan pihak PHB, agar nantinya permasalahan tidak semakin melebar.

“Beredarnya sebuah video yang viral di grup WhatsApp, yang seolah-olah akan adanya tawuran pelajar dengan komunitas PHB. Ternyata setelah diklarifikasi hanya sebuah gurauan, namun diviralkan oleh rekan satu kelasnya,” terang I Gusti saat melakukan problem solving di Mako Polsek Sepatan.

Meski sempat membuat gaduh, lanjut I Gusti, namun persoalan tersebut dapat diatasi berkat kerja sama antara pihak kepolisian, FPI, FSI, dan PHB sendiri.

Di akhir mediasi, Danu yang pada saat itu didampingi ibu kandungnya mengucapkan permohonan maaf, serta tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Saya minta maaf kepada seluruh PHB se-Indonesia, saya nggak nyangka kalau ucapan saya direkam dan disebarkan, saya menyesal tidak akan mengulanginya lagi,” ungkap Danu dengan kepala menunduk.

Baca Juga  Kapolda Aceh Bersama Forkompinda Tinjau Pos Pengamanan Lebaran

Kejadian ini diselesaikan secara kekeluargaan dengan menempuh jalan damai, saling memaafkan dan tidak mempermasalahkan lagi atas apa yang sudah terjadi.

Kemudian dibuatlah surat pernyataan damai yang ditandatangani oleh Danu dan orang tuanya, serta pihak PHB yang merasa dirugikan. Disaksikan oleh pihak kepolisian, ketua FPI dan ketua FSI, tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

Penulis: Adi.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top