Sulawesi Tengah

PT. Teku Jaya Mandiri Tegaskan Tidak Pernah Buka Lowker

Photo Akrim Asamin, SH (Direktur PT. Teku Jaya Mandiri).

Photo Akrim Asamin, SH (Direktur PT. Teku Jaya Mandiri).

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Belakangan ini viral di media sosial dengan adanya pengumuman penerimaan ribuan calon karyawan oleh PT.Teku Jaya Mandiri.

Direktur PT. Teku Jaya Mandiri (TJM) Akrim Asamin,SH menegaskan, “Pihaknya tidak pernah membuka atau menyebarkan pengumuman penerimaan tenagakerja melalui akun media sosial apapun,” jelasnya.

Dengan adanya informasi yang tidak diketahui sumbernya dari mana sehingga mengakibatkan ribuan calon pencari kerja membanjiri kantor PT. Teku Jaya Mandiri dan itu berlangsung selama tiga (3) hari, ungkapnya.

Keberadaan kami di Bahoodopi baru sekitar dua minggu dan masih dalam tahap berbenah, kata Akrim.

Memang dalam beraktifitas tentunya kami butuh tenaga, seperti admin dan lainnya, tetapi itupun belum seberapa jumlahnya, baru sekitar delapan belas (18) orang.

Menurut Akrim kehadiran PT. TJM di morowali memang sebelumnya dirinya pernah bertandang di Bahodopi ini sekitar tiga tahun silam, ucapnya.

Disini saya merasa terpanggil dengan adanya beberapa investor asing dan melihat peluang bisnis di Bahodopi sangat bagus khusunya penyediaan barang dan jasa.

Olehnya perusahaan kami bergerak dibidang pengadaan barang dan saya, ya mungkin kami bisa kerjasama dengan kontraktor di kawasan IMIP maupun di luar morowali.

Salah satu contoh ketika kami dapat Job pengadaan Armada, ya katakanlah 50 unit armada maka tentu dibutuhkan driver sebanyak 150 orang ,

Olehnya, tentunya kami akan berjuang meminta supaya drivernya kami yang adakan sehingga bisa merekrut tenaga kerja melalui perusahaan kami dan tentunya kami prioritaskan masyarakat lokal, terang Akrim.

” Karena kami mendapat informasi bahwa warga lokal sangat kesulitan untuk masuk bekerja di IMIP, olehnya atas kehadiran kami semoga masyarakat lokal kedepannya bisa kami rekrut,” imbuhnya.

Baca Juga  TP-PKK Desa Lalemo Support Pelaksanaan TMMD Ke 105

Terkait UMK lanjut Akrim, kami juga sudah berkoordinasi dengan ketua komisi satu DPRD Provinsi Sulawesi Tengah. Jadi kami mengikuti UMK sebesar Rp.3,6 juta, ungkapnya.

Terkait isu bahwa PT TJM mengatasnamakan IMIP, ini juga saya perlu luruskan ke masyarakat bahwa kami tidak pernah mengatasnamakan IMIP dan kami tidak pernah bekerjasama dengan IMIP, cuma saya hanya kolerasi dengan IMIP.

Kolerasi maksudnya disini adalah karyawan admin saya di MCU di Klinik IMIP dengan membayar sebesar Rp.750 ribu/orang dan itu didasari dengan kwitansi yang distempel IMIP.

Seperti juga saat induksi kami juga menggunakan gedung IMIP itupun juga kami bayar sewa gedung IMIP dan itu juga ada bukti kwitansi yang menggunakan stempel IMIP.

Isu yang berkembang bahwa IMIP tidak pernah tahu kami dan tidak pamit oleh IMIP, jadi yang terima uang kami siapa?. Bahkan saya ada dokumentasi photo- photo di kawasan IMIP, pungkasnya Akrim kepada sejumlah awak media di kantor PT TJM di Desa Bahodopi pada jumat (07/02/2020).

Sekedar untuk diketahui bahwa, pelamar yang memasukkan berkas di PT. TJM hingga jumat sudah sekitar 3.000 orang

Berkas yang masuk di PT. TJM hanya merupakan titipan saja oleh para pencari kerja.

Peliput : Abd Rahman Tanra.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top