Pariwisata

Perayaan Cap Go Meh 2020 di Pulau Kemaro Tak Hanya Didominasi Pengunjung Tionghoa

PALEMBANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro berlangsung meriah. Perayaan yang dihelat pada Kamis dan Jumat (6-7/2/2020) lalu ini memiliki kesan tersendiri pada pengunjung. Tampak para pengunjung berdatangan silih berganti memenuhi Pulau Kemaro.

Ribuan warga Palembang yang tidak hanya keturunan Tionghoa memadati pulau yang merupakan sebuah delta kecil di Sungai Musi.

Baca Juga  Beni Bakal Undang Retno Galih Sejarah di Muba

Pulau ini terletak sekitar 6 Km dari Jembatan Ampera, terletak di Sei Lais Palembang. Sebagian warga melakukan ritual ibadah di Kelenteng Sriwijaya Palembang. Sebagian lagi para pengunjung mengabadikan momen dengan berfoto depan Pagoda.

Pulau Kemaro memiliki daya tarik tersendiri. Tidak hanya bagi warga Sumsel, tetapi juga para wisatawan mancanegara.

Awi Haiping, wanita berusia 27 tahun warga Singapura adalah salah satu wisatawan yang juga ikut hadir dalam perayaan Cap Go Meh tersebut. Ia ikut bernyanyi salah satu tembang kenangan berjudul “Teluk Bayur”.

Ia pun ikut berbaur dengan peserta lainnya memeriahkan suasana Cap Go Meh di bawah lampion dominan berwarna merah yang bertaburan dan tertata rapih.

Baca Juga  370 juta untuk Kelurahan Muba, Sekda Minta Kuatkan Pemberdayaan Masyarakat

“Saya, Awi Haiping sudah sepekan di Palembang dalam rangka liburan aja,” katanya.

Sembari tersenyum, lebih jauh dia mengatakan bahwa ada beberapa tempat wisata yang sudah dikunjunginya. Seperti Kampoeng Al-Munawar, Kampoeng Kapitan, Bagus Kuning, Jakabaring Sport City, dan Pulau Kemaro.

Ia juga memuji perkembangan pesat pembangunan Infrastruktur, baik sarana dan prasarana di Kota Palembang, yang luar biasa, warganya pun ramah tamah bersahabat.

Sementara itu, di tempat yang sama, Perayaan Cap Go Meh dihadiri Asisten III Pemprov Sumsel, H. Achmad Najib didampingi Sekda Kota Palembang Ratu Dewa, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom, Damdim 0418 Palembang, Kol Arm Widodo Noercahyo dan pejabat lain serta tokoh warga Tionghoa memukul drum pada malam Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Jumat (7/2/2020) dini hari lalu.

Ko Alam, salah satu tokoh Tionghoa mengatakan, “Cap Go Meh adalah perayaan yang menjadi tradisi masyarakat Tionghoa yang sudah dilakukan sejak zaman dahulu.”

Baca Juga  Beni Hernadi Pimpin Langsung Safari Ramadhan 1410 H Tanda Silaturahmi Pemkab dengan Masyarakat

“Kendati demikian, di Kota Palembang perayaan 15 hari setelah Imlek ini disambut sukacita oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya.

Ditambahkannya, “Banyaknya hiburan, stan dagangan, lampion hingga kembang api di Pulau Kemaro menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat, untuk turut merayakan Perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro. Ini sebagai bukti kerukunan umat beragama.”

Baca Juga  Drs H.Apriyadi Secara Sembolis Menyerahkan Tanda Penghargaan Kepada Pegawai yang Memasuki Masa Purna Bakti

“Semoga tahun depan semakin meriah dan lebih banyak lagi orang yang datang,” tandas Alam.

Asisten III Pemprov Sumsel, Ahmad Najib di tengah sambutannya mengatakan, “Sumsel menjadi percontohan daerah memiliki toleransi tinggi antar umat beragama. Terbukti sejak 10 tahun lalu tak pernah terjadi konflik antar masyarakat.”

“Lalu kita lihat di agenda rutin, setiap tahun acara Perayaan Cap Go Meh bukan hanya dominan dihadiri etnis Tionghoa saja akan tetapi dihadiri pula para pengunjung, baik dalam dan luar negeri ke Pulau Kemaro tempat wisata terkenal ini,” jelas Ahmad Najib.

Peliput: Wancik.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top