Sulawesi Tengah

Krisis Stock Darah, Pasien Terancam Kehilangan Nyawa, PMI Morowali Bungkam

Anggota Kodim 1311 morowali bantu pasien yg butuh tranfusi darah.

Photo Anggota Kodim 1311 Morowali bantu pasien yang butuh tranfusi darah.

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Ditengah krisis stock darah di RSUD Morowali belakangan ini, peran dan tugas Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Morowali untuk menjamin ketersediaan stock darah justru bungkam hingga menuai sorotan dari masyarakat.

Hal ini menjadi momok bagi masyarakat khusunya bagi pasien yang akan manjalani transfusi darah.

Krisis stock darah dapat memberikan konsikuensi fatality terhadap pasien emergency yang akan manjalani transfusi darah hingga nyawanya terancam hilang.

Kebutuhan darah dengan stock yang terbatas masih saja menjadi bumbu bumbu pedas dibidang pelayan kesehatan.

Keluarga pasien Raebul Bahraen, Ricky yang ditemui di RSUD Morowali mengaku sangat kesulitan mendapatkan darah.

Sejak jam 10:00 malam disuruh cari darah oleh pihak rumah sakit namun tidak ada ditemukan hingga pagi hari, ungkapnya.

Saya mau cari kemana dan dimana mencari darah?, sepengetahuan saya darah disediakan oleh PMI dan rumah sakit.

“Beruntung sekitar jam 8:00 wita ada tiga orang anggota TNI dari Kodim 1311 Morowali yang menyumbangkan darahnya.”

“Saya sangat sesalkan dengan kekosongan darah di RSUD, sebab ketika pasien sudah butuh darah justru keluarga pasien yang di suruh mencari darah dan Ini bisa berakibat fatal serta mengancam keselamatan nyawa pasien,” kata Ricky kepada media ini pada sabtu, (22/02/2020), di ruang UGD RSUD Morowali.

Semntara Menurut Direktur Rumah Sakit Umum ( RSU ) Daerah Morowali dr. Agus Partang bahwa masalah penyiapan darah di RSUD Morowali aktif menerima donor, bahkan sampai kegiatan PMI dan RSUD Morowali terakhir di PT Bumanik.

“daya tampung penyimpanan darah di RSUD Morowali bisa 200 kantong namun penggunaannya memang banyak sehingga selalu habis.”

Baca Juga  KMKB Resmi Dikukuhkan Bupati Morowali

Bahkan kami juga sudah punya data base pendonor aktif dan donor berjalan, namun donor ada batas waktunya sehingg mereka idealnya hanya bisa sekali donor tiap 4 bulan sekali.kata dia.

” saat ini akan dilakukan kegiatan oleh PMI dalam rangka merangsang budaya donor darah dalam kegiatan sosial” ungkap Direktur RSUD Morowali via WhatsApp.

Sebagaimana diketahui bahwa, diantara tugas pokok PMI adalah Pelayanan Transfusi Darah dan Pelayanan transfusi darah tersebut bertujuan untuk ” menjamin ketersediaan darah yang aman dan berkualitas,” dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Peliput : Abd Rahman Tanra.
Editor : A jueni.

print

Berita Populer

To Top