Jakarta

Komnas Perlindungan Anak Desak Polres Metro Depok Tangkap dan Menahan Pelaku

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Atas derita seorang remaja berkebutuhan khusus (ABK) asal Bojong Gede, Depok, Jawa Barat sebut bernama saja namanya Bunga (bukan nama sebenarnya-red) mengalami kekerasan seksual secara bergiliran yang diduga dilakukan Pelaku K dan S adalah merupakan perbuatan tercelah, tidak berprikemanusiaan dan merupakan tindak kejahatan luar biasa. Oleh karena itu, Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak membdtilan atensi khusus terhadap kasus yang menimpa Anak berkebutihan khusus ini.

“Sikap Komnas Perlindungan Anak terhadap kasus ini Tidak ada Toleransi dan apalagi kata Damai terhadap kejahatan kemanusiaan ini”, oleh sebab itu, Arist Merdeka Sirait mendesak Polres Metro Depok untuk tidak ragu- ragu menangkap dan menahan terduga pelaku.”

Kasus kejahatan seksual ini sesungguhnya telah terjadi dalam rentang waktu 2015 sampai 2019. Namun peristiwa menyakitkan ini baru diketahui oleh Kakak korban di akhir 2019.

Lebih jauh kakak korban menjelaskan keadaan ini bisa terungkap setelah Kakak korban menaruh curiga dengan perilaku korban yang sering mengeluh sakit di bagian kemaluan.

Setelah korban didesak, dengan ketakutan korban kemudian mengaku bahwa korban sering disetubuhi oleh pelaku yang berinisial K dan S.

Mendapat informasi ini kemudian sang Kakak melaporkan hal ini Polres Metro Depok awal Desember 2019 dengan Nomor Paporan LP: /2745/XII/2019, namun setelah 2 bulan kasus ini dilaporkan belum juga ada tindakan penangkapan terhadap pelaku dan para pelaku masih bebas berkeliaran kami hanya rakyat kecil yang menuntut keadilan, ujar Kakak korban Sari Tamimah.

print

Laman: 1 2

Berita Populer

To Top