Tangerang

Komisi V DPRD Provinsi Banten dan Disnaker Sidak Pabrik di Kosambi Tangerang


TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Wakil ketua Komisi V DPRD Provinsi Banten Dr Yeremia Mendrofa bersama beberapa anggota lainnya dan Disnaker Banten, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terkait ketenaga kerjaan, di blok 01, Jalan Raya Perancis Dadap, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, Rabu (05/02/2020).

Hal tersebut karena adanya pengaduan masyarakat di perusahaan yang memproduksi alat penyedot pasir milik PT Cahaya Mas Mandiri, di Pergudangan Ocean Park.

“Kita datang kesini follow up aduan warga terkait kondisi tenaga kerja di PT. Cahaya Mas Mandiri, ada hal temuan awal masalah upah, perjanjian kerja dan sefti,” kata Yeremia kepada detiknews.id

Menurut Yeremia, adanya pelanggaran mengenai ketenaga kerjaan sudah disampaikan ke pihak PT. Cahaya Mas Mandiri, ia dan pihak Disnaker akan mencari solusi terbaik untuk kedua belah pihak.

“Semua kesalahan sudah kami kasih tahu ke perusahaan, Disnaker juga sudah follow up masalah ini, nanti kita awasi terus, sehingga ada win-win solusion antara pihak perusahaan dengan tenaga kerja,” jelas Yeremia.

Menurut Marbun, pengawas Disnaker Provinsi Banten mengatakan, dari hasil pengecekan dilokasi, dirinya bersama tim, telah menemukan beberapa pelanggaran di PT. Cahaya Mas Mandiri. Yakni terkait ketenaga kerjaan yang belum memenuhi peraturan pemerintah.

“Setelah kami klarifikasi terkait upah masih ada yang dibawah minimum harus diperbaiki, keselamatan kerja ada yang perlu dibenahi, hubungan kerja ada yang perlu dirapihkan, kita akan awasi terus,” ucapnya.

Sementara itu, Human Resources Development (HRD) PT. Cahaya Mas Mandiri, Bambang berjanji akan segera memperbaiki semua pelanggaran yang telah ditemukan Disnaker dan DPRD Provinsi Banten, di perusahaan yang dirinya pimpin.

“Insya Allah akan kita perbaiki, apa yang tadi ditemukan Disnaker dan DPRD kita segera rapihkan, di perusahaan yang memiliki karyawan hampir 60 orang ini,” ujarnya.

Baca Juga  Ketua PGRI Kabupaten Tangerang: PGRI Nyebrang ke Kotak Kosong? Bisa Terjadi

Salah satu karyawan PT. Cahaya Mas Mandiri, Nasin mengaku menjadi karyawan sudah hampir 10 tahun, akan tetapi dirinya hanya mendapatkan upah dibawah minimum tanpa adanya tunjangan gaji dari perusahaan tersebut.

“Saya kerja di PT. Cahaya Mas Mandiri sudah 10 tahun, gaji saya cuma 80 ribu perhari, tidak dapat bpjs, dan gaji tunjangan sama sekali, datangnya Disnaker dan DPRD saya harap tuntutan kami dipenuhi,” ungkap Nasin.

Sidak yang berjalan beberapa jam di PT. Cahaya Mas Mandiri, semuanya lancar tanpa ada perlawanan dari pihak perusahaan hingga selesai.

Penulis : Adi.
Editor : A jueni.

print

Berita Populer

To Top