Berita Utama

Istri Dikirimi Foto Kemaluan via WA, Suami Malah Dikeroyok

LAMPUNG TENGAH, IGLOBALNEWS.CO.ID – Muklis (43 tahun), suami dari Yeni Astuti (39 tahun) dituduh sebagai penganiaya Samidi, satpam SMP Negeri II Sritejo Kenono. Yeni melaporkan kejadian yang menimpa diri dan suaminya ke Kapolres Lampung Tengah, Rabu (12/2/2020).

Muklis ditahan di Polsek Punggur dan ditetapkan sebagai penganiaya terhadap Samidi.

Kejadian penganiayaan bermula karena disinyalir Samidi mengirimkan foto kemaluannya ke aplikasi perpesanan WhatsApp Yeni Astuti, istri Muklis.

Yeni mengatakan, “Saya dan suami itu korban penganiayaan dan pengeroyokan oleh Samidi dan kawan-kawan. Akan tetapi, suami saya yang bernama Muklis malah ditahan di Polsek Punggur dan ditetapkan sebagai penganiayaan terhadap Samidi.”

Baca Juga  Sempat Melarikan Diri, MY Pelaku Penganiayaan Berhasil Diamankan Polisi

“Bisa dilihat hasil Visum, Samidi tidak apa-apa hanya ditampar sebanyak 4 kali,” kata Yeni.

Yeni menambahkan, “Ia ditampar suami saya karena Samidi mengirimkan foto kemaluannya ke WA saya. Lalu pagi harinya saya dan suami datang ke Balai Desa Sritejo Kencono untuk melaporkan kelakuan Samidi.”

“Akan tetapi saya dan suami dikeroyok massa yang ke semua mereka itu adalah teman-teman Samidi,” terang Yeni.

“Atas kejadian itu saya lapor balik ke Polres Lampung Tengah untuk minta keadilan bahwa kami berdua, suami dikeroyok oleh Samidi dan kawan-kawan,” papar Yeni sembari menahan isak tangis.

Berdasarkan pengakuan korban, langsung ditindaklanjuti oleh Polisi Resort Lampung Tengah atas yang disangka kepada Samidi dan kawan-kawan atas dugaan Perkara Pengeroyokan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 170 KUHPidana.

Baca Juga  Satu Tahun Lebih Laporan Penganiayaan di Polrestabes Medan Diduga di Petikemaskan

Yeni Astuti menyampaikan, “Kami melaporkan telah terjadi pengeroyokan yang dialami dirinya dengan suaminya di Balai Kampung Sritejo Kencono, Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah.

“Kami melaporkan atas adanya diduga telah melakukan pemukulan disertai pengeroyokan terhadap kami oleh beberapa warga masyarakat di Desa Sritejo Kencono Kecamatan Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah, hari Sabtu lalu,” ujarnya di Satuan Reskrim Polres Lampung Tengah usai keluar ruangan, Selasa (11/2/2020) dini hari.

Lebih lanjut, Yeni menceritakan terkait persoalan ini, “Berawal dari saya bersama Muklis ingin mendatangi rumah Kepala Desa Sritejokencono yang bernama Suhani untuk melaporkan Kasmidi bahwa telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan dan pelecehan seksual dengan mengirimkan gambar dan video kepada saya.”

“Pagi-pagi kami berniat untuk menyampaikan dan mengadukan kepada kepala kampung, akan tetapi di tengah perjalanan dihadang oleh lebih dari tiga orang tidak dikenal,” katanya.

“Kemudian kami digiring rombongan massa menuju Balai Kampung Sritejo Kencono. Sesampainya di sana, kami disambut kerumunan massa secara membabi buta,” Kata Yeni.

“Tanpa mempertanyakan terlebih dahulu masalahnya, mereka menyerang saya dan suami dengan pukulan bertubi-tubi. Hingga saya dan suami lebam-lebam di sekujur tangan dan badan. Saya sudah visum untuk melaporkan mereka melakukan pengeroyokan,” tambahnya.

Baca Juga  PWO IndepedeN Jawa Barat : Pertahankan Peninggalan Leluhur

Lebih dalam kata Yeni, sesampainya di balai desa, sudah ada Hadi Beno, mantan Kepala Kampung Desa Sritejo Kencono. Tapi, belum sempat menjelaskan yang sebenarnya terjadi, Samidi dan kawan-kawan sudah langsung memukuli suaminya.

“Mereka dan Pak Hadi Beno, warga Sritejo Kencono mengaku dari paguyuban, kakinya sudah menjadi korban pengeroyokan. Akan tetapi Muklis, suami saya malah ditahan di Polsek Punggur,” kata Yeni.

Ia mengatakan, “Saya mau minta keadilan. Saya dilecehkan oleh Samidi melalui WA.”

“Dia goda-goda saya, sampai kirim foto kemaluan Samidi. akan tetapi tidak saya ladeni. Terus suami saya marah sama Samidi, malah kami dikeroyok oleh Samidi dan kawan-kawan,” tambah Yeni.

“Sakitnya lagi suami saya malah jadi tersangka. Saya mohon kepada Bapak Polisi berikan kami keadilan,” harap Yeni.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung Timur, Musannif Effendi Yusnida membenarkan bahwa Mukhlis ini berprofesi sebagai jurnalis dan sebagai anggota PWI Lamtim.

Baca Juga  Jokowi Kenakan Jaket Merah Geber Moge Custom Menuju Pasar Anyar Tangerang

“Iya, memang benar Muklis ini anggota PWI Lamtim. Dia dari media suarapedia.com. Rencana saya hari ini mau menghadap Bapak Kapolres Lampung Tengah untuk konsultasi,” papar Fendi yang juga berprofesi sebagai advokat tersebut.

Penulis: Denny.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top