Sulawesi Tengah

Ini Penjelasan IMIP Terkait WNA Tiongkok yang Diduga Terinfeksi Virus Corona

Photo Askurullah (Legal PT IMIP ) bersama dr. Friselina N.M (koordinator Klinik IMIP).

Photo Askurullah (Legal PT IMIP ) bersama dr. Friselina N.M (koordinator Klinik IMIP).

MOROWALI, IGLOBALNEWS.CO.ID – Seorang WNA (warga negara asing) asal Tiongkok yang masuk ke Morowali diduga terinveksi novel Corona. Hal ini terungkap berdasarkan hasil screening di bandara udara Maleo Morowali dengan suhu badan 38,2°c.

Berdasarkan protap, WNA tersebut selanjutnya dibawa ke rumah Rumah Sakit Umum (RSUD) Morowali untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Namun setelah diketahui bahwa WNA tersebut berkebangsaan Tiongkok, pihak RSUD Morowali menolak untuk memberikan pelayanan dan meminta diperiksa di Klinik IMIP.

Askurullah mewakili Managemen PT IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) menyebut bahwa WNA asal Tiongkok yang datang ke Morowali melalui bandara udara Maleo Morowali memang tujuannya ke kawasan IMIP.

Baca Juga  Danpos Unit Satgas Pencarian Pertolongan Morowali : Korban Hanyut Ditemukan H +3

Namun berdasarkan hasil Thermo scanner suhu tubuhnya melapaui ambang batas suhu tubuh normal, yakni 38,2°c, Maka WNA tersebut dibawah ke RSUD Morowali untuk diperiksakan lebih lanjut, katanya.

Menurut Askurullah, WNA tersebut sudah berada di Indonesia sejak awal bulan Januari lalu, dan saat itu kondisinya sehat karena sebelumnya sudah melalui sreening di Bandara udara di Jakarta.

Keberadaannya di Kabupaten Morowali dalam rangka melaksanakan tugas dikawasan IMIP, ungkap Askurullah.

” Mereka datang ke Indonesia sebelum diberlakukannya pelarangan bagi warga Tiongkok masuk ke Indonesia”.

Baca Juga  Masyarakat Bahomohi Dihebohkan Gadis Gantung Diri

Dan mereka sudah melakukan aktifitas di kantor tenant IMIP di Jakarta, namun karena ada tugas di kawasan IMIP sehingga datanglah ke Kawasan IMIP.

Saat melakukan perjalanan dari Jakarta memang suhu tubuhnya diatas ambang batas normal berdasarkan hasil sreening di bandara udara Maleo,mungkin mengalami kelelahan dalam perjalanan, katanya.

” Bahkan sebelum adanya kebijakan dari pemerintah melarang warga negara Tiongkok untuk masuk ke Indonesia, justru IMIP sudah menerapkan lebih duluan hal itu dengan memberhentika penerimaan TKA asal Tiongkok.”

Dan atas statemen IMIP di media televisi beberapa waktu lalu akhirnya pemerintah menginginkan IMIP untuk menjadi contoh dalam mengantispasi penyebaran virus corona. terang Askurullah kepada sejumlah awak media di kantor IMIP pada jumat ,(07/02/2020).

Baca Juga  Kadis Nakertrans Morowali : Buruh Bakal Nikmati UMSK 2018

Ditempat yang sama pihak Klinik PT IMIP melalui dr. Friselina N.M mengatakan, bahwa hasil sreening WNA tersebut saat di bandara Maleo memang suhu tubuhnya diangka 38,2°c,

Menurut dr Friselina kami sudah melakukan protap awal berdasarkan hasil sreening sehingga WNA tersebut dipisahkan dan dibawa ke RSUD Morowali dengan tujuan untuk dicek lebih lanjut seperti anamnesis dan menggali riwayat pasien tersebut apakah pernah bepergian ke Wuhan atau ada gejala lain, katanya

Namun dirumah sakit saat diketahui adalah WNA asal Tiongkok etnis Tionghua pula dan dalam kondisi demam, akhirnya jadi heboh, padahal yang kami harapkan setidaknya WNA tersebut diperiksa dulu
Kemudian ditentukan statusnya, urai dr.Friselia

Kalau atatus yang bersangkutan mengalami gejala “suspek novel corona” maka mungkin bisa dilakukan koordinasi untuk dirujuk ke RS di kotaKendari.katanya.

Baca Juga  Proyek Program Kotaku Berjalan Tanpa Papan Proyek

” Cuma sangat disayangkan karena pihak RSUD Morowali menolak untuk melakukan pelayanan.”

Bahkan diarahkan dikembalikan ke Klinik IMIP karena sudah mempunyai ruang isolasi, dikembalikan saja ke Klinik IMIP ucap staf RSUD Morowali, ujarnya.

Setelah Pasien diperiksa di Klinik hasilnya normal , suhu tubuhnya sudah diangka 37°c dan gejala batuk serta demam sudah tidak ada, bahkan sekarang mereka sudah melakukan aktifitas.

” Kami pastikan WNA tersebut bebas dari Suspek Virus Corona,” tandasnya dr.Friselina.

Peliput : Abd Rahman Tanra.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top