Lampung

Cegah Bahaya Narkoba Ala BNM RI Lampung


BANDAR LAMPUNG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Salah satu konsentrasi dari dilahirkannya Lembaga Berantas Narkoba Maksiat (BNM) RI, adalah kepedulian akan nasib anak bangsa dimasa mendatang .

Hal ini disampaikan oleh Ketua I DPD BNM Provinsi Lampung Bunda Sri saat bersama Tim DPD BNM RI Provinsi Lampung menyerahkan tembusan rencana sosialisasi bahaya narkoba dan maksiat di tempat Hiburan, Rumah Kost, cafe dan sejenisnya di Wilayah Provinsi Lampung pada senin (24/02/2020).

Targetnya adalah menyusuri wilayah Bandar Lampung, dilaksanakan Sosialisasi Bahaya Narkoba dan Penyebarluasan Informasi Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba dan kemaksiatan. Sosialisasi ini akan dilaksanakan dengan berbagai methode seperti Penyebaran Himbauan (ditempel ) diberbagai tempat hiburan dan dialog terbuka dengan para pengunjung dan penikmat hiburan malam.

Ketua I Sri bersama TIM DPD BNM Provinsi Lampung, menyampaikan surat Tembusan kegiatan Kepada BNN, POLDA dan KOREM. Rencana kegiatannya satu persatu tempat yang akan didatangi diberikan pencerahan tentang bahaya Narkoba dan Maksiat .

Menurut ketua DPD BNM RI Provinsi Lampung, Wawan Candra Kirana SH , dalam bincang Via Telepon mengatakan satu hal yang paling miris yang kami rasakan banyaknya pengguna Narkoba dan Pelaku Maksiat, justru hanya karena ikut ikutan. Jadi sudah barang tentu mereka melakukan itu tanpa mengetahui alasan, apalagi akibat yang akan diterima Pengguna Narkoba bila terus mengkonsumsi Narkoba dan hampir pasti akan berbuat kemaksiatan. Walaupun tidak dapat dipungkiri Narkoba saat sudah menjadi Komoditas Ekonomi, tetapi merusak banyak generasi Muda, tegas Bang CK .

Data BNN, Jumlah pecandu kian hari makin meningkat dan hasil penelitian Badan Nakotika Nasional (BNN) sekitar ± 6 juta yang menggunakan narkoba dalam berbagai jenis.

Permasalahan-permasalahan yang timbul dalam penyalahgunaan narkoba yaitu daya rusak (merusak otak yang tidak ada jaminan sembuh), potensi pasar (penyalah-guna narkoba ± 6 juta), aparat terjerat (seluruh lapisan masyarakat terindikasi narkoba seperti pejabat/aparat.

Baca Juga  Sri Widodo Pimpin DPD Hanura Lampung Periode 2015-2020

TNI/POLRI/BNN/Jaksa/Hakim), kerugian jiwa dan materi (± 40 – 50 orang meninggal setiap hari), adanya dukungan modal, aksi narapidana (masih mengendalikan peredaran dari dalam penjara), jaringan internasional, jaringan Lapas (60 jaringan narkoba yang dikendalikan oleh lebih dari 20 Lapas), jalur yang digunakan adalah jalur laut dan pelabuhan tidak resmi dan diselundupkan melalui kapal barang, adanya indikasi proxy war (diindikasi kuat sebagai instrumen proxy war oleh negara-negara asing).

Narkoba adalah zat-zat alami kimiawi yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh baik secara oral (minum, hirup, hisap, sedot) maupun secara injeksi/suntikan dapat mengubah pikiran, suasana hati atau perasaan dan perilaku seseorang. Adapun jenis-jenis narkoba, yaitu:

Ganja (cannabis sativa) menyebabkan penggunanya ingin makan terus serta membuat perasaan tenang
Shabu (ampethamin) menyebabkan penggunanya kuat dan merasa kenyang.
Ecstasy, jenis ini sering digunakan di tempat hiburan malam.
Tembakau Cap Gorilla membuat penggunanya berhalusinasi.
Flakka membuat pengguna jadi seperti zombie.
Jamur Tahi Sapi (Magic Mushroom)
Obat daftar G.

Adapun strategi operasional penanganan permasalahan narkoba yaitu:
Pencegahan : Membangun kemampuan dan ketahanan diri masyarakat dalam menghadapi pengaruh buruk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Pemberantasan : Mengungkap dan menindak sindikat kejahatan narkoba dengan menghukum berat dan menyita aset hasil kejahatan narkoba.
Rehabilitasi : Memulihkan pecandu narkoba dari ketergantungan/kecanduan narkoba supaya kembali hidup sehat dan produktif.

Mengutip apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo, yang mengatakan, Indonesia saat ini sudah memasuki Kategori Darurat Narkoba, sehingga Presiden langsung memberikan Perintah yaitu:

Sektor seperti BNN, Polri, TNI, Kementrian Hukum dan HAM, Kementrian Kominfo, Kementrian Kesehatan, Kementrian Sosial, Direktorat Jendral Bea dan Cukai harus bergerak bersama, bersinergi. “Semua Kementerian Lembaga menghilangkan ego sektoral, semuanya keroyok rame-rame”.

Baca Juga  Akhirnya Terkuak Siapa Diduga Pejabat, Dibelakang Lulusnya Ayong Ismail

Menyatakan perang terhadap bandar dan jaringan narkoba. “Tapi juga penanganan hukum itu harus lebih keras lagi, lebih tegas lagi pada jaringan-jaringan yang terlibat”.

Tutup semua celah penyelundupan narkoba karena narkoba ini sudah merasuk kemana-mana. “Tutup celah semua penyelundupan yang berkaitan dengan narkoba di pintu-pintu masuk, baik di pelabuhan maupun di bandara serta di pelabuhan-pelabuhan kecil yang ada di Negara kita.”

Presiden meminta agar digencarkan kampanye kreatif bahaya narkoba dan kampanye ini utamanya menyasar generasi muda.

Perlu ditingkatkan pengawasan yang ketat pada Lapas sehingga Lapas tidak dijadikan pusat peredaran narkoba.

Terkait rehabilitasi penyalahgunaan dan pecandu narkoba, program rehabilitasi harus berjalan efektif sehingga rantai penyalahgunaan narkoba bisa betul-betul terputus.

Peran seluruh elemen bangsa dalam penanganan narkoba yaitu:
1. Adanya komitmen diri dimana seluruh elemen bangsa bertanggung jawab dan berkomitmen menjaga diri, keluarga, komunitas dan lingkungan dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
2. Adanya regulasi anti narkoba. Penerbitan regulasi pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap.
3. Konsolidasi kekuatan. Seluruh elemen (pemerintah, swasta dan masyarakat) berkontribusi dalam P4GN. 4. Bersih narkoba. Mewujudkan lingkungan masyarakat, pemerintahan, tempat kerja, kampus/sekolah bersih narkoba, dan.
5. Deteksi dini. Penyelenggaraan tes urine secara berkala di lingkungan instansi, organisasi, kampus, sekolah dan lingkungan masyarakat.

Karena kondisi inilah dengan dikomandoi Ketua DPD BNM RI Provinsi Lampung memulai ikhtiarnya bersama Tim DPD menyerahkan rencana kegiatan sosialisasi dan himbauan ke Tempat yang mungkin dijadikan sebagai sarang Narkoba dan Maksiat.

Mengutip apa yang disampaikan Pebisnis handal yang sukses Andre Wongso mengatakan, “Tanpa komitmen yang kuat dan konsisten dalam memperbaiki diri, jangan berharap kehidupan kita hari ini dan besok bisa lebih baik dari hari kemarin. Banyak orang gagal bukan karena mereka tidak mampu, melainkan karena mereka tidak memiliki komitmen.”

Baca Juga  BEA CUKAI BANDAR LAMPUNG BERHASIL MENYITA MIRAS DAN ROKOK TANPA CUKAI

Ayo kita perangi narkoba dengan sebuah komitmen. Ujar Bunda Sri disela sela penyerahan Tembusan kegiatan ke berbagai fihak di Provinsi Lampung

Penulis : Red.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top