Hukum

Sidang Ketujuh Antara LPKRI VS Penyalur TKW di Gelar di PN Kota Tangerang

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Sidang gugatan dugaan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) antara penggugat Lembaga Perlindungan Konsumen Republik Indonesia (LPKRI) melawan tergugat penyalur Tenaga Kerja Wanita (TKW) berinisial JAS berjenis kelamin perempuan, kembali digelar.

Agenda sidang yang telah memasuki kali ke-7 (tujuh) tersebut berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang Rabu (08/01/2020), dengan panitera pengganti Eti Meiyati SH. Dalam sidang yang berlangsung kurang lebih10 menit tersebut, penggugat dari Tim LPKRI menyerahkan bukti tambahan atas dugaan PMH tersebut kepada majelis hakim.

Salah seorang Tim dari LPKRI Ujang Kosasih yang saat sidang didampingi oleh Edward Ketua LPKRI DPD Banten, mengaku optimis dapat memenangkan gugatan itu.

“Kami optimis dapat memenangkan gugatan tersebut. Pastinyakami berharap menang,saya rasa bukti bukti yang kami ajukan sudah cukup kuat, tapi biaralah nanti majelis hakim yang menentukan,” ujarnya saat diwawancarai usai sidang.

Dirinya juga menambahkan bahwa pada sidang kali ini Ketua Umum LPKRI yang berdomisili di Kediri datang untuk memantau serta memberikan pengarahan dan teknis.

“Kebetulan pada sidang ketujuh kali ini ketua umum LPKRI Pais Adam datang untuk memberikan saran dan tehknis dalam menyelesaikan hukum perdata di pengadilan,” tutupnya.

Sebagai informasi gugatan LPKRI ini berawal dari laporan seorang warga Kronjo Kabupaten Tangerang berinisisl Har yang merasa dirugikan karena diduga diberangkatkan sebagai TKW keluar negeri tanpa prosedur resmi.

Menurut korban Har, JAS yang saat itu mengaku sebagai peyalur TKW, bersedia membantu memberangkatkanya keluar negri (Malaysia).

Namun apa lacur, saat diberangkatkan ternyata Har bukanya bekerja di malaysia (Negara yang semula ditawarkan) namun diberangkatkan ke Timur tengah Qatar. Hingga akhirnya Har kabur dari Qatar karena merasa dibohongi.

Baca Juga  Pelaku Pembacokan Anak Agung Akhirnya Tertangkap

Penulis : Jfr.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top