Serang

Pembangunan Rabat Beton di Desa Tegal Lamba Asal Jadi


SERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Pembangunan Perkerasan rabat beton di Kampung Tegal Lamba Desa Gunung Sari Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Serang bermasalah. Diduga proyek pembangunan yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) dalam Program P3MD Tahun 2019 tersebut tidak sesuai dengan spesifikasi K250 yang tercantum dalam RAB.

Ada sebagian warga Desa gunungsari mengatakan, diduga banyak pekerjaan di Kampung tersebut yang dilakukan dengan mengurangi volume, material dan difisik pekerjaan.

Menurut mereka (tidak bersedia menyebutkan nama), pengelolaan alokasi dana kampung seharusnya transparan dan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat karena dana bantuan itu untuk pembangunan dan pemberdayaan kampung sehingga harus di kelola dengan baik, salah satu tidak adanya Papan Pekerjaan.

Namun yang terjadi Desa Gunung Sari aparatur kampung setempat mengaku tidak tahu-menahu tentang alokasi dana desa (DD) serta pembangunan yang ada di desa tersebut. Termasuk sekertaris Desa Abdul Rozak, bahkan mengatakan bahwa ia tidak mengetahui seluruhnya mengenai detail pembangunan itu. Kalo saya, ujar sekdes yang berperawakan biasa itu, namun selalu memakai Kopiah. ” kalo tidak dibangunkan, itu yang salah tegasnya. Dalam kegiatan Pembangunan Perkerasan Rabat Beton Rozak bertindak sebagai PPK.

“Seperti pembangunan perkerasan rabat beton ini. Diduga karena tidak ada pengawasan dari tim pendamping, monitoring, dan pihak terkait, pembangunan kampung ini hanya sebatas formalitas saja,” ujar warga lainnya, Rabu (29/01/2020).

Ia menambahkan, pembangunan Perkerasan Rabat Beton dengan ukuran/dimensi 3 M x 0.15 M x 136 M dengan Biaya Mencapai Rp.79.365.000. Namun kenyataan di lapangan sangat tidak sesuai.

Terpisah ketika dihubungi melalui Whatshap Nasrudin selaku Tim Pelaksana Pekerjaan ternyata sedang berada diluar, dan melalui dialog whatshap beliau malah meminta awak media mampir kerumahnya. Sangat Aneh memang, padahal wartawan sangat dilarang untuk mendatangi Nara sumber, tidak sesuai kapasitas dan Tanggung jawab.

Baca Juga  KANTOR DESA LEUWI LIMUS DIBANGUN DUA LANTAI

Kepala kampung Gunungsari, Maksum beberapa kali ditemui dikantornya untuk dimintai keterangan terkait dugaan kurangnya volume pekerjaan yang ada di wilayahnya selalu tidak berada ditempat, bahkan ketika awak media meminta no telepon, sekertaris desa juga mengatakan Pak Kades tidak punya HP, sembari memberikan no Hp salah satu staf Desa yang bernama Gina dan ternyata adalah Putri Kades Gunung Sari sendiri.

Penulis : Red/Roni dan Tim.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top