medan

Ketum MPSU Akan Unjuk Rasa Jika MT Tidak Mutasi ke Luar Pulau Sumatra


MEDAN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Ketua Umum MPSU (Masyarakat Perduli Sumatera Utara) Mulya Koto angkat bicara soal sanksi yang berikan oleh Polrestabes Medan terhadap kasus perselingkuhan yang di lakoni oleh Aiptu Modal Tarigan.

Modal sudah dua kali digerebek sedang berduaan dengan istri SS di dalam sebuah kamar .

Kejadian di lokasi rumah kontrakan SS kejadian pertama itu tidak membuat dia jera, padahal sudah digerebek langsung oleh SS .

Selanjutnya kejadian kedua di Kabupaten Karo di Villa Cotage, di hotel itu SS kembali menggerebek sebuah kamar dan menemukan MT bersama Istrinya, disitu juga terjadi penganiayaan terhadap SS.

Apakah Aiptu MT ini kebal hukum dan tidak jera berduaan dengan istri orang lain di dalam kamar ?.

Saya sedikit kecewa terhadap keputusan Polrestabes dimana sidang yang pertama dia hanya di berikan sanksi penundaan gaji berkala dan sidang kedua dia hanya dimutasi dan diberikan sanksi tertulis. Kesal Mulya Koto.

Jika dia masih berdinas di Sumut. saya khawatir akan ada korban selanjutnya dan jika nanti dia bertemu atau berpapasan dengan SS bisa saja akan terjadi keributan yang mungkin saja akan berakibat fatal. Ungkap Ketum MPSU.

Maka dari itu saya selaku Ketua Umum MPSU menyatakan menolak keras apabila Aiptu MT masih berdinas di Sumatera Utara (Sumut) dan apabila MT masih berdinas di Sumut maka kami akan melakukan unjuk rasa di Mapolda Sumut untuk menentang hal ini. Tegasnya.

Saya harap Bapak Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin, mohon atensinya Pak terhadap hal ini, kasus Modal ini sudah viral sekali dan apakah Polda Sumut dibawah kepemimpinan Bapak sekarang serta jajarannnya masih akan mempertahankan dia berdinas di Sumut. Tutup Mulya.

Baca Juga  Halal Bi Halal 1440 H DPW Persatuan Masyarakat Nias Barat di Hadiri Oleh Ketua DPRD Nias Barat

Penulis : Udin.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top