Jakarta

Kejahatan Seksual Terhadap Anak di Tahun 2019 Kabupaten Meranti Meningkat

AKBP Taufik Lukman Nur, SIK, MH memaparkan ANEV Gangguan Kamtibmas 2019 di Mako Polres Meranti Kamis (02/02/2020).

AKBP Taufik Lukman Nur, SIK, MH memaparkan ANEV Gangguan Kamtibmas 2019 di Mako Polres Meranti, Kamis (02/01/2020).

JAKARTA, IGLBALNEWS.CO.ID – Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia, menyatakan bahwa dari data yang dibeberkan Polres Kabupaten Meranti di tahun 2018 kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur sangat sedikit, sementara di awal tahun 2019 hingga a akhir tahun ini kasus tersebut meningkat menjadi 100% (persen) dengan demikian tidaklah berlebihan jika Kabupaten Meranti dalam kondisi Darurat Kejahatan Seksual terhadap Anak, Sabtu (04/01/2020)

Kondisi ini sebagaimana dipaparkan Kapolres Meranti AKBP Taufik Lukman Nur Hidayat SIK, MH saat menyampaikan ANEV gangguan Kamtibmas periode tahun 2019 dibanding dengan tahun periode 2018.

Keterangan Kapolres Meranti ini disaksikan langsung oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti yang diwakili oleh Asisten 3 Kabupaten Meranti H. Rosdaner, S.Pd, Kepala Imigrasi Kelas II Selatpanjang yang diwakili oleh Kasi was dan Daskin Imigrasi Hidayat, Kepala Rutan Meranti yang diwakili oleh Waka Rutan Meranti Afriano, Danramil 02 Tebing Tinggi Mayor Infanteri Irwandi diwakili Peltu lakatang TNI Angkatan Udara, Bea Cukai Selatpanjang, Dinas Kesehatan Kabupaten Meranti Ketua PCNU Kabupaten Meranti, para pejabat Polres Kepulauan Riau Meranti dan rekan-rekan media bertempat di ruang data Polres Meranti.

AKBP Taufik Lukman Hidayat SH, MH mengatakan kalau kasus kejahatan seksual terhadap anak dibawah umur meningkat 100% dan hal ini perlu ditangani bersama baik itu dari pemerintah maupun instansi lain.

Oleh karena itu, ditahun mendatang 2020 mari kita sama-sama mencegah dan menangani permasalahan ini lebih serius lagi, ungkap Kapolres Meranti dalam sambutannya.

Sementara itu Bupati Kabupaten Kepuluauan Riau Meranti dalam hal ini diwakili Asisten III Kabupaten Meranti H.Rosdaner, S.Pd mengatakan bahwa pemerintah daerah selalu siap untuk membantu pihak kepolisian dan akan tetap berjalan melakukan sosialisasi sebagaimana yang dilakukan Polres Meranti selama ini.

Baca Juga  KADO AKHIR TAHUN, SINERGI BEA CUKAI, POLRI, DAN BNN UNGKAP TANGKAPAN NARKOTIKA, MIRAS DAN ROKOK ILEGAL

Memang kalau dilihat sangat meningkat sekali namun untuk menghindari dan mengurangi hal tersebut di tahun 2020 pemerintah daerah akan membuat terobosan-terobosan baru seperti kegiatan sosialisasi, pencegahan dan kegiatan positif lainnya dan kami siap bergandeng tangan dengan pihak aparat untuk menjaga Kamtibmas di wilayah Meranti ungkapnya.

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia.

Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Indonesia.

Sementara itu Arist Merdeka lebih menegaskan berdasarkan laporan Polres Kabupaten Kepulauan Riau Meranti, tidaklah berlebihan bahwa Kabupaten Meranti termasuk dalam situasi Darurat Kekerasan Seksual terhadap Anak.

Dengan demkian sudah semestinyalah Bupati Meranti harus menyatakan bahwa Kabupaten Meranti Darurat Kejahatan terhadap Anak sehingga masyarakat Meranti menyadari betul bahwa Meranti sudah darurat dan harus bebas dari kejahatan seksual terhadap anak.

Bupati Kepulauan Riau Meranti harus segera mengajak semua lapisan masyarakat Meranti untuk berkomitmen membangun Gerakan Perlindungan Anak berbasis kampung atau masyarakat yang diintegrasikan dengan program pemberdayaan masyarakat desa.

Sudah saatnyalah untuk memutus mata rantai kekajahatan seksual terhadap anak adalah krwajiban setiap kepala desa menerbitkan peraturan desa untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak di masing-masing desanya, tegas Arist.

Lebih jauh Arist menegaskan, demi kepentingan utama anak tanggung jawab penegakkan hukum ada ditangan polisi. Penegakan hukum adalah jalan akhir, namun jangan lupa program pencegahan sosialisasi, dan deteksi dini kelompok-kelompok masyararakat yang berpotensi menjadi korban dan pelaku kekerasan adalah tanggung jawab pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang diintegrasikan melalui program dan kegiatan yang telah dicanangkan Dinas PPPA dan Dinas Sosial.

Adalah penting anak di desa juga dilibatkan membangun forum- forum anak desa dengan biaya anggaran desa sebagai salah satu cara dan strategi bagaimana anak juga dilibatkan dalam memutus mata rantai kekerasan anak di lingkungannya sehingga kondisi darurat kejahatan seksual terhadap anak di tahun 2020 diharapkan menjadi yang menurun bahkan lingkungan pemerintahan Kabupaten Meranti bisa bebas dari Kekerasan, demikian ditegaskan Arist Merdeka Sirait menanggapi pernyataan Bupati Meranti dan data-data yang dikeluarkan oleh Polres Meranti mengenai meningkatnya 1000 % kasus kejahatan seksual terhadap tahun 2019 di Meranti.

Baca Juga  Anak Nusantara Merajut Toleransi, Kebersamaan dan Cinta Tanah Air Menuju Generasi Unggul

Dalam kesempatan memasuki tahun 2020, Komnas Perlindungan Anak mengapresiasi Polres Meranti atas kepedulian dan kerja cepatnya menangani kasus-kasus pelanggaran hak anak dan mengelolah sistim pedataannya demikian Arist memberi apresiasinya.

Penulis : (Koord) Nero.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top