Serang

Kasus Migas Ilegal, Dirkrimsus : Saya Tidak Faham Karena Bukan Penyidik


SERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Pasca penangkapan seorang supir dan pemilik jasa Transporter oleh kepolisian Polda Banten pembawa truk tangki diduga berisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar ilegal di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Lebak Gede, Kecamatan Pulo Merak, Kota Cilegon – Banten.

Hingga kini belum ada kejelasan status pemeriksaan pemilik Gudang PT Alwaled Jaya Perkasa (AJP) dan juga Pemesan BBM tersebut.

Keterangan yang diperoleh awak media iglobalnews.co.id, pemilik PT AJP dan gudang Alwaled yang berada di Palembang pinggir sungai Musi adalah Saudara Aldo. Sedangkan pemesan BBM saudara (H).

Dirkrimsus Polda Banten Kombes Pol Rudi Hananto saat dikonfirmasi mengungkapkan, dirinya bukan penyidik dan tidak faham mengenai kasus yang saat ini sedang ditangani oleh Pihak Krimsus Polda Banten.

“Maaf saya tidak paham karen bukan penyidik, silahkan ke penyidik nya di subdit 4, terima kasih,” pesan Dirkrimsus Polda Banten Rudi Hananto saat di hubungi melalu chat via WhatsApp, pada Senin (27/01/2020).

Sesuai arahan Dirkrimsus Polda Banten, awak media iglobalnews.co.id mencoba untuk menghubungi Subdit 4, namun dari pihak subdit hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.

Sebelumnya telah diberitakan terkait penangkapan satu unit kendaraan Mitsubishi tangki No.Pol BE- 8779-CM pengangkut BBM ilegal diduga jenis solar dan dua orang yakni seorang supir dan pemilik jasa transporter (AL) dan (AF). di Kota Cilegon Provinsi Banten.

Kendaraan pengangkut BBM sebanyak kurang lebih 24000 liter itu, diketahui rencananya akan diantar AL dan AF ke Jetty LBE samping PLTU Suralaya.

Namun ditengah perjalanan, anggota dari Polda Banten yang pada saat itu curiga langsung memberhentikan kendaraan tangki tersebut dan didapati kendaraan membawa BBM diduga jenis solar bersubsidi.

Baca Juga  WH Tinjau Persiapan HUT TNI ke-73

Sopir tangki dan pemilik jasa transporter sempat mengeluarkan surat tugas pendistribusian atas nama PT AJP yang dibelinya seharga 50 juta rupiah dari perwakilan Alwaled.

akan tetapi anggota kepolisian tidak lekas begitu saja percaya dan langsung menggiringnya ke Mapolda Banten untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk diketahui, perkara yang disidik Polda Banten ialah perkara migas kasus transporter. Dua orang sebagai tersangka, yakni sopir dan pemilik usaha transporter. Namun Aldo pemilik sumber barang bukti migas dipalembang (PT AJP) dan pemesan barang bukti (diduga BBM jenis solar) hingga saat ini belum dijadikan tersangka.

Penulis : Adi.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top