Hukum

Dugaan Korupsi Pengelolaan Keuangan dan Investasi PT. AJ, Enam Saksi Penuhi Panggilan JAM Tipidsus Kejagung RI

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Dalam dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan keuangan dan investasi di PT. Asuransi Jiwasraya (persero), sejauh ini lima orang saksi telah memenuhi panggilan tim Jaksa penyidik pidana korupsi (Tipikor) Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus(JAM Tipikor) Kejaksaan Agung RI.

Ke enam saksi yang hadir di gedung Bundar Kejaksaan Agung RI tersebut adalah, Hendrisman Rahim (mantan direktur utama) PT. Asuransi Jiwasraya (persero), De Yong Adrian (mantan direktur pemasaran), Bambang Harsono (mantan direktur Bancassurance Sales Manager), Udhi Prasetyanto (mantan Kepala Divisi Sumber Daya Manusia/SDM periode 2015-2018), Novi Rahmi (Kepala Divisi SDM periode 2018-2019), dan Muhammad Zamkhani (Direktur SDM & Kepatuhan periode 2016-2018).

Sebagaimana diberitakan, kasus ini bermula dari adanya laporan yang berasal dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (Sdri. Rini M. Soemarno) Nomor : SR – 789 / MBU / 10 / 2019 tanggal 17 Oktober 2019 perihal Laporan Dugaan Fraud di PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) telah ditindak lanjuti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung RI dengan menerbitkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : PRINT – 33 / F.2 / Fd.2 / 12 / 2019 tanggal 17 Desember 2019. Penyidikan perkara ini terus dilakukan untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu membuat terang tindak pidana yang terjadi dan guna menemukan tersangkanya.

“Adanya dugaan penyalahgunaan investasi yang melibatkan 13 perusahaan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), dimana diduga akibat adanya transaksi – transaksi tersebut, PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) menanggung potensi kerugian negara sebesar Rp13,7 Triliun, sampai Agustus 2019” tutur Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) RI. Hari Setiyono SH, MH dalam paparan Pers nya di gedung Bundar Kejagung RI, Kamis (9/1/2020).

Baca Juga  Program TABUR 31.1 Kejagung RI Tahun 2019 Amankan Buronan Ke – 115

Potensi kerugian tersebut, menurut Kapuspenkum, timbul karena adanya tindakan yang melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik, terkait pengelolaan dana yang berhasil dihimpun melalui program asuransi JS. Saving Plan.

Asuransi JS. Saving Plan telah mengalami gagal bayar terhadap Klaim yang telah jatuh tempo. Sudah terprediksi oleh BPK-RI, sebagaimana tertuang dalam Laporan Hasil Pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan bisnis asuransi, investasi, pendapatan dan biaya operasional.

Hal ini terlihat pada pelanggaran prinsip kehati-hatian dalam berinvestasi yang dilakukan oleh PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) yang banyak melakukan investasi pada aset-aset ber resiko tinggi untuk mengejar keuntungan tinggi ( High Risk for High Return)

“Penempatan Saham sebanyak 22,4% senilai Rp 5,7 Triliun dari Aset Finansial, dimana dari jumlah tersebut, 5% dana ditempatkan pada saham perusahaan dengan kinerja baik (LQ 45), dan 95% nya ditempatkan di saham yang berkinerja buruk. Juga penempatan Reksadana sebanyak 59,1% senilai Rp 14,9 Triliun dari Aset Finansial, dimana 2% dikelola oleh manager investasi Indonesia dengan kinerja baik (top tier management). Sementara, 98% nya dikelola oleh manager Investasi dengan kinerja buruk,” demikian Hari Setiyono.

Penulis : Richard Aritonang.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top