Leaderboard Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali Pemkab
Sumatera Selatan

Tradisi Adat Melayu Ngidang Kota Palembang Harus Dipertahankan

SUMSEL, IGLOBALNEWS.CO.ID – Guna untuk melestarikan Kebudayaan warisan ngobeng (Ngidang)yang telah menjadi tradisi orang melayu khususnya masyarakat wong kito melalui Dinas Kebudayaan Pemkot Kota Palembang kembali memperkenalkan kembali cara ngibeng atau ngidang kepada kaum milenial.

Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Drs Retu Dewa MSi, melalui Staf Ahli ekonomi pendapatan daerah, hukum dan HAM, Altur Febriyansyah, tradisi ini merupakan warisan budaya leluhur Kota Palembang, dimana tradisi ini memiliki makna yang mendalam. Pasalnya kata Aftur, tradisi ngidang dengan cara makan bersama-sama dan lesehan butuh kerjasama,” jelas Altur, Rabu (04/12/2019).

“Ya,sebelumnya makan,kita bersama-sama harus mengidangkannya atau menyajikan terlebih dahulu. Dalam satu hidangan terdiri dari delapan orang, kemudian makan bersama. Menyediakan makanan secara gotong royong, dapat menjalin komunikasi tanpa harus memperhatikan status sosial,semuanya rata duduk untuk makan bersila,” ujar Altur.

Makanya, tradisi Ngidang ini kata Altur, menjadi wahana menumbuhkan semangat dan motivasi dalam melestarikan adat istiadat agar tetap tumbuh dan berkembang.

“Sesuai dengan keinginan Wali Kota,H Harnonoyo dalam programnya gotong royong, ini bisa kita ambil positifnya. Mudah-mudahan kedepan akan menjadi agenda tahunan. Ngidang juga diharapkan akan menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Palembang,” terangnya.

Ditempat yang sama Ismail Kepala Bidang sejarah Dinas Kebudayaan menambahkan bahwa sejarah ngidang makan ini berawal dari arab, namun pada zaman kesultanan Demangan cara tersebut dibuat berbeda jika dalam budaya arab semua hidangan dijadikan satu, sedangkan dengan cara kita sendiri lauk-pauk semua terpisah dan tidak di jadikan satu,” terang Ismail.

“Untuk di Palembang sendiri kebudayaan ini masih melekat di daerah asngga Buntung, 13-14 Ulu yang masih mempertahankan tradisi tersebut status sosial, semuanya rata duduk makan bersila,” ujar Altur.

Baca Juga  Diduga Galian C Tidak Memiliki Izin Alat Berat dan Dump Truk Milik Bupati Lahat Diamankan Polisi

Ditengah kemajuan zaman lah yang menjadi tugas utama kami untuk kembali memperkenalkan warisan budaya serta mempertahankan tradisi adat istiadat yang ada di Kota Palembang,” tambahnya.

Penulis : Edi pirang.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali PT IMIP HUT Morowali Pemkab Iklan Kecamatan Bahodopi HUT MOrowali ke-20

Berita Populer

To Top