Jakarta

Rekor Terbaik MA-RI, di Era Kepemimpinan Hatta Ali

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Implementasi kebijakan dalam penanganan dan penyelesaian perkara di Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA-RI) terus menunjukkan peningkatan kearah yang lebih baik. Disela peningkatan jumlah perkara yang cenderung bertambah setiap tahunnya, MA-RI berhasil memutus 20.021 perkara dari sebanyak 20. 276 beban perkara yang ada.

Diakui oleh ketua MA-RI Prof. Hatta Ali, rekor terbaik yang dicapai sepanjang sejarah MA-RI ini, tidak luput dari kerja keras dan soliditas yang dilakukan para hakim Agung, panitera MA, dan seluruh unit penunjang lainnya.

“Untuk itu, saya sangat mengapresiasi kinerja para hakim Agung, panitera Pengganti MA, dan semua unit penunjang lainnya” ucap Hatta Ali pada acara Refleksi Akhir tahun Mahkamah Agung Republik Indonesia, Jumat (27/12/2019).

Dijelaskan oleh Hatta Ali, disamping berfokus pada masalah penanganan dan penyelesaian perkara sebagai core business, MA-RI juga berkonsentrasi pada kebijakan utama ditahun 2019 yang diarahkan untuk mewujudkan proses modernisasi sistem kerja peradilan, kesinambungan pembinaan dan pengawasan aparatur peradilan.

“Lompatan besar di tahun 2019 adalah peluncuran e-Litigation sebagai pelaksanaan Perma (Peraturan Mahkamah Agung) Nomor. 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan secara Elektronik. e-Litigation ini melengkapi sistem e-Court, sehingga meliputi pertukaran dokumen jawab-jinawab, pembuktian, dan putusan” jelas Hatta Ali, dan menginstruksikan agar e-Litigation diterapkan di pengadilan seluruh Indonesia awal tahun 2020.

Selaras pemanfaatan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Keuangan, MA-RI juga telah membangun aplikasi SIPERMARI yang telah dimanfaatkan sejak pertengahan 2019 yaitu, sebuah aplikasi yang digunakan untuk pembinaan, pengawasan, dan pengendalian BMN (barang milik negara).

“Pula, Badan Pengawasan Mahkamah Agung mulai menerapkan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) pada tujuh (7) pengadilan Negeri (PN) sebagai pilot project, untuk beroleh sertifikasi SNI ISO.37001: 2016, sebagai wujud upaya pencegahan suap dan korupsi” imbuh ketua MA-RI, yang komunikatif dan kaya inovasi ini.

Baca Juga  Kemhan Tindaklanjuti Pidato Presiden Untuk Naikan Tunjangan Veteran RI

Penulis : Richard Aritonang.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top