Tangerang

Pesan Ustadz Taufiqurrahman di Acara Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – SMP Plus Daarul Jannah mengadakan event tahunan “Maulid Nabi Muhammad SAW” 1441 H/2019 M. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2019 ini diadakan di halaman sekolah di Kampung Dadap, Kelurahan Bencongan Indah, Kelapa Dua, Tangerang, Senin (16/12/2019) sekira pukul 08.00 WIB.

Dalam acara tersebut turut mengundang Ustadz K.H. Taufiqurrahman yang juga dikenal sebagai Ustadz Pantun sebagai pemberi tausiyyah.

Acara ini juga dihadiri Lurah Bencongan Indah, Hasan Basri yang diwakili oleh Budi, Pendiri Yayasan Darul Jannah, Sudama dan Ketua Yayasan Daarul Jannah, Minkhoiri Sanadi serta segenap dewan guru SMP Plus Daarul Jannah.

Event tahunan yang diselenggarakan ini bertemakan “Dengan Maulid Nabi, Kita Waspadai Kemajuan Teknologi dan Dampaknya bagi Perkembangan Siswa”. Acara ini dihadiri oleh warga di lingkungan Kampung Dadap dan sekitarnya, wali murid dan segenap civitas akademik SMP Plus Daarul Jannah.

Pembacaan Tahsinul Quran yang dibawakan oleh K.H. Lili Khairuddin selaku Ketua LPTQ Kecamatan Kelapa Dua membius peserta acara untuk mendengarkan kalam illahi dengan khidmat.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SMP Plus Daarul Jannah, Suhelmi mengatakan terima kasih atas kehadiran tamu undangan yang telah menyempatkan hadir dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H. Semoga amal baik dan setiap langkahnya diterima Allah SWT.

Ustad Taufiqurrahman atau yang lebih populer dikenal dengan nama Ustadz Pantun ini, dalam tausiyyahnya menjelaskan dengan gayanya yang jenaka, “Yang namanya kemajuan zaman adalah keniscayaan. Di zaman kita SD belum ada yang namanya media sosial. Tetapi, saat ini, kita lebih banyak memegang HP atau tasbih? Lebih banyak membaca quran atau membaca pesan WA?”

Diketahui, Ustad Taufiqurrahman merupakan seorang da’i yang kerap menyisipkan pantun dalam setiap ceramahnya. Ia menjadikan pantun sebagai sarana memperkaya dakwah sehingga lebih indah dan menarik bagi para pendengarnya. Tak heran kalau ia dijuluki “Ustadz Pantun”.

Baca Juga  Showroom Mikajaya Motor Memberikan Pelayanan Purna Jual Terbaik

Muballigh muda itu menceritakan pengalaman pribadinya pada tahun 2017 ketika ia sedang safari dakwah ke Cina. Ternyata, negara-negara di mana negara yang membuat dan memproduksi handphone itu mengharamkan anak-anaknya untuk memegang handphone sebelum masuk usia kuliah.

Orang tua harus memberikan filter dan penyaringan yang kuat, akan ke mana nasib masa depan anak-anak nanti ketika mereka membebaskan anak-anak untuk menggunakan internet tanpa pengawasan.

Ia menyampaikan kepada audiens yang kebanyakan orang tua itu, “Banyak terjadi perselingkuhan yang dimulai dengan chatting di media sosial.”

Ustadz Taufiqurrahman juga menyampaikan tentang kondisi anak-anak sekarang, betapa mirisnya ketika anak-anak SD saat ini sudah bisa melakukan chatting dan obrolan dengan mesra. Dengan pembawaan materinya yang lucu namun tak menggurui, audiens memperhatikan dan sesekali tertawa atas materi yang disampaikan.

Ia juga menceritakan dalam sebuah hadits, “Ketika ditanyakan kepada sahabat, apakah mandul itu? Mereka mengatakan, bahwa mandul menurut kami (sahabat) adalah, orang yang menikah sudah lama tetapi tidak kunjung memiliki anak.”

“Tetapi, Nabi mendefiniskan, mandul adalah orang yang anaknya banyak, orang yang cucunya banyak. Tetapi ketika dirinya meninggal dunia, anak cucunya tidak bisa memberikan manfaat apa-apa bagi dirinya,” ujarnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H ini juga diisi dengan acara santunan anak yatim dan duafa. Santunan diberikan kepada kurang lebih 20 siswa dengan dipimpin oleh ketua panitia, Mulkhi.

Acara ditutup dengan pembacaan doa oleh Ustadz Supian dan diamini segenap hadirin.

Penulis: Dny.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top