Politik

Pasca Mundurnya Ketua DPD, Fraksi Hanura Gelar Musdalub II

TANGERANG, IGLOBALNEWS. CO. ID – Fraksi Partai Hanura Provinsi Banten menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) II, di Pakons Prime Hotel, Jalan Daan Mogot, Kota Tangerang, Sabtu (07/12/2019) pagi.

Diadakannya Musdalub ini pasca mundurnya Ahmad Subadri dari posisi ketua DPD Provinsi Banten, awal November 2019 lalu.

“Musdalub Hanura ini dalam rangka mengganti kepemimpinan yang baru ketua DPD provinsi yang sempat mengundurkan diri,” ujar DR. H. Mohamad Guntur dari ketua DPP Hanura disela sela acara.

Menurutnya, Partai Hanura harus terus bergerak jadi oleh karena itu, kita harus memilih kader terbaik yang siap memimpin dan membawa partai lebih maju lagi.

Guntur juga menyarankan di musdalub kali ini untuk mengambil jalan musyawarah, kalau pun harus voting pihak DPP sendiri akan bersikap Abstain (netral).

“Hasilnya nanti akan ditentukan oleh pemilik suara yaitu DPD dan DPC dalam hal ini, kalau bisa kita musyawarah mufakat saja, kita ambil jalan terbaik. Jangan sampai pemilihan voting, kalau memang harus voting, kita dari DPP akan netral dan bersikap abstain.” Ungkapnya.

Musdalub ini, lanjut Guntur, akan diselenggarakan selama dua hari. Namun mudah-mudahan bisa selesai satu hari.

“Tapi yang saya dengar sih sudah mengerucut ke salah satu calon karena kesepakatan ketua DPC di Banten ini, semoga acara dua hari ini bisa dipersingkat lah, menjadi satu hari bisa selesai pada malam hari ini mudah-mudahan,” tandasnya.

Sementara Plt. DPD Hanura Inas Nasrullah, berharap kepada ketua DPD yang terpilih di tahun 2024 hasilnya akan jauh lebih baik.

“Pada pileg yang lalu hanya menghasilkan lima saja, sedangkan pada saat saya memimpin di Banten itu bisa menghasilkan 27, paling tidak akan kembali menyamakan kedudukan pada saat saya memimpin,” kata Inas.

Baca Juga  Ternyata, Jokowi Presiden Paling Sering Kunjungi Aceh

Menurut Inas, mundurnya ketua DPD Hanura pada Nopember 2019 lalu bukan karena ada masalah di internal partai, melainkan karena ada masalah pribadi.

“Tidak juga tapi ada yang lebih penting dari itu, masalah pribadinya sendiri, mengundurkan diri yang saya tahu karena hal tidak diperbolehkan untuk menjadi pengurus partai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Inas menjelaskan adanya aturan untuk para kader yang nantinya maju mencalonkan diri menjadi ketua DPD harus memiliki 30 persen dukungan dari tiap DPC

“Di kita ada aturan, setiap calon wajib memiliki 30 persen dukungan dari DPC, nah sekrang yang kita liat ada satu calon yang dua keliatannya belum punya dukungan apakah nanti dukungan ini bisa bergeser atau tidak kita tidak tau, tetapi tugas dari calon-calon itu adalah bagaimana berpolitik dengan santun dan baik.” Jelasnya

Inas juga menegaskan waktu beberapa jam dari ketiga calon ketua DPD, kalau dari ketiga tidak mampu mendapatkan dukungan 30 persen suara artinya harus sadar diri

“Kalo itu tidak mampu mendapatkan dukungan ada calon tunggal Hanura, kita beri kebebasan kepada para calon, kalo tidak mampu ya harus sadar diri. Dalam hal ini belum bisa memimpin partai, artinya bisa tidak menjadi bapak untuk kader-kader nya nanti yang ada di Banten bukan menjadi bos.” Tegas Inas

Di ketahui kader Hanura yang akan berlaga dalam Musdalub adalah, Hardijanto Prijokoesoemo (pengurus DPP), Syafik Thoyib (Ketua Hanura Cilegon), dan Upiyadi Moeslekh (Ketua Bidang Organisasi DPD Hanura Banten).

Penulis : Jfr/Adi.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top