Jakarta

Menteri Kesayangan Jokowi Bersih-Bersih Kemenhub

Meski merestui, namun di mata Agus Chepy Kabid Investigasi Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI), menilai pelantikan itu aneh. Terlebih, ada dua daftar lantik yang dikeluarkan Biro Kepegawaian. Satu menyebutkan 572 pejabat yang dilantik. Sedang satunya ada 592 pejabat yang dilantik. Dan yang lebih parah ada satu jabatan eselon III diduduki 2 orang dan tiga janbatan eselon IV diduduki masing- masing 2 orang. Dan semuanya ikut di lantik

“Mana yang benar? Kok, jumlahnya berbeda ada selisih 20 orang, terus kok satu jabatan diduduki 2 orang”, ungkap Chepy yang ditemui di Bandung, Kamis (26/12/2019), dengan nada tinggi.

Tak hanya itu. Klaim Kepala Biro Kepegawaian Hary Kriswanto perannya hanya meneruskan usulan-usulan dari setiap direktorat, dibantah dari orang dalam Kemenhub. Dia dituding melakukan kebohongan publik. “Hary itu tetap memiliki kepentingan. Itu yang tidak diketahui menteri,” jelas Chepy

Artinya, menurut Chepy, peran sentral tetap berada di Hary yang di backing Sekjen Djoko Sasono. Dia tetap menjadi penentu dari mutasi jabatan itu, sehingga sulit merubah kinerja yang lebih baik,” jelas Chepy sambil berbisik menyebut Hary diisukan menjadi collector “salam tempel” dari UPT dan unit kepegawaian eselon 1, dengan dalih untuk pimpinan di Kemenhub.

“Isu itu bukan barang baru di Kemenhub yang banyak memiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia,” jelas Chepy Apalagi kementerian itu diguyur proyek membangun infrastruktur.

“Jadi Isu itu sah saja, karena Kemenhub punya banyak proyek APBN,” ungkapnya.

Chepy mengungkap sumber menyampaikan kepada dirinya angka “salam tempel” yang dipungli Hary Kriswanto itu dari per UPT mencapai Rp 50 juta. “Kabarnya sampai angka itu,” ungkapnya. Dia tidak bisa membayangkan akumulasi “salam tempel” itu bila dikaitkan jumlah UPT di Kemenhub.

Baca Juga  Sejak November 2018, Pelanggar Lalu Lintas yang Terekam CCTV Tilang Elektronik Sebanyak 12.472

“Sebenarnya itu yang menjadi keresahan para UPT di Kemenhub, sehingga kinerjanya tidak optimal,” tambah lelaki asal Bandung ini.

print

Laman: 1 2 3

Berita Populer

To Top