Sulawesi Barat

Mahasiswa Asal UIT Melakukan Penelitian di Desa Tondok Bakaru

MAMASA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Salah satu daerah yang merupakan kaya akan sumber daya alam, dilihat dari keindahan yang ada. Sehingga itu yang kemudian menjadi potensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakatnya.

Seorang mahasiswa dari Universitas Indonesia Timur Makassar Hizkia Roy Naldi atau biasa di sapa Roy Jurusan Kehutanan saat dijumpai awak media tujuannya mengambil Judul skripsi, ” Peran Pemerintah Dalam Pengembangan Ekowisata di Kabupaten Mamasa”.

Pertengahan tahun 2019 telah di sorot oleh media sosial dan media elektronik karena karena pengembangan potensi wisata yang terdapat di sana, seperti Budidaya anggrek, areal persawahan yang di tata dengan beberapa fasilitas, kemudian areal perbukitan pohon pinus, ada juga pemandian air panas dan makam- makam/ukiran yang berbeda dari bangunan lain pada umumnya. Yang juga budidaya anggreknya sudah di canangkan oleh wakil Gubernur ibu Anggraeni sebagai desa anggrek yang brending di Desa itu kemudian sudah di canangkan oleh pemerintah Kab.Mamasa sebagai Desa Sadar Wisata pada bulan agustus yang lalu.

Ini merupakan langkah awal dari pemerintah. Namun jika dilihat dari segalah potensi sumber daya alam dan warisan budayanya, kabupaten mamasa harusnya Mamasa masuk dalam kabupaten wisata yang bersertifikat Nasional dan menerima anggaran khusus dari Pusat. Namun itu hanyalah angan- angan belaka karna mendekati akhir tahun 2019. Mamasa belum di canangkan sebagai daerah wisata yang diakui oleh kementrian Pariwisata Republik indonesia.

Hal tersebut ia lakukan sebagai bukan hanya sebagai cara untuk menyelesaikan studynya namun sebagai bentuk dukungan sekaligus kritikan terhadap pemda Mamasa atau Dinas Pariwisata sebagai pengambil kebijakan sekaligus penangggung jawab dalam kemajuan pengembangan kepariwisataan di Kab.Mamasa, yang dinilai belum melakukan tindakan yang maksimal untuk merealisasikan visi dan misi bupati pada periode ke duanya.

Baca Juga  RSUD Kondosapata Balla Akan Kembali di Fungsikan

Pemerintah seharusnya memiliki kebijakan yang tepat dalam pengelolaan wisata di Kab.Mamasa, jika dilihat dari visi dan Misi Bupati Mamasa pada periode sebelumnya Bupati memprioritaskan infrastruktur jalan, namun pada periode sekarang belum maksimal dan belum rampung, dibuktikan dari jalanan yang menghubungkan antara tabone menuju Nosu belum masuk program pembahasan anggaran pada tahun 2019, dalam artian bahwa hari ini kita masih dilema dengan jalan sekalipun sudah menjadi prioritas utama pemda.

print

Laman: 1 2

Berita Populer

To Top