Leaderboard Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali Pemkab
Bogor

Guru Besar IPB Puji Jufriaman Saragih yang Kembangkan Pariwisata Danau Toba


BOGOR,  IGLOBALNEWS.CO.ID – Seminar Pengembangan Wisata Danau Toba di wilayah Simalungun digelar di Balai Bolon Nasara, Bogor, Sabtu (30/11/2019).

Kegiatan ini diprakarsai sesepuh dan tokoh masyarakat Simalungun, Prof. Bungaran Saragih.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala, Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Pusat, Basar Simanjuntak, Balon Bupati Simalungun, Jufriaman Saragih, Sekda Simalungun, Gidion Purba mewakili bupati,  Dinas Pariwisata Kota dan Kabupaten Simalungun, Kadisnaker Pemkab Bogor, Samson Purba.

Basar Simanjuntak, mengatakan, “Kabupaten Simalungun merupakan yang paling diuntungkan karena merupakan pintu masuk destinasi pariwisata Danau Toba. Dari 10 kabupaten, yang berhubungan langsung dengan kabupaten adalah; Dairi, Tanah Karo, Humbang Hasundutan, Tobasa, Samosir, Tapanuli dan Kabupaten lainya.”

Dalam pemaparannya, Kepala BPODT menjelaskan, bahwa Danau Toba adalah sebagai  destinasi tujuan wisata mancanegara. Hal ini sesuai Peraturan Presiden No. 3 Tahun 2016 yang sudah ditetapkan 10 Kawasan Strategis Prioritas Nasional Tujuan Wisata (SPNT), yaitu; Danau Toba, Candi Borobudur, Mandalika, Labuhan Bajo, Raja ampat, Mandalika, Bromo Tengger, Taman Nasional Wakatobi, dan Tanjung Lesung Banten.

Dari 10 destinasi tujuan wisata mancanegara, Presiden Joko Widodo memprioritaskan 5 destinasi tujuan wisata, salah satunya kawasan Danau Toba.

Pemerintah Pusat sudah memberikan tanah 450 ha kepada BPODT untuk dikembangkan sebagai destinasi pariwisata, seperti Nusa Dua Bali, untuk meningkatkan kunjungan wisata.

Kadis Pariwisata Pemkot Pematang Siantar, Kusdianto yang juga bertindak selaku Ketua Pujakusuma, mengatakan bahwa Kota Pematang Siantar dianggap sebagai salah satu kota paling toleransi di ndonesia, dan sudah 3 kali berturut turut mendapat penghargaan sebagai kota paling toleran bagi umat beragama.

Kadis Parawisata Kabupaten Simalungun, Pahala Sinaga memaparkan kendala dan tantangan Dinas Parawisata wilayah Pemkab Simalungun. Ia mengatakan, bahwa infrastuktur dan kesadaran masyarakat yang diuntungkan Kabupaten Simalungun sebagai pintu masuk destinasi Pariwisata Danau Toba yang harus ditingkatkan.

Baca Juga  Perpus Kita Peringati Hari Jadi yang Pertama

Sebelum acara tanya jawab, panitia memberikan kesempatan kepada Jufriaman Saragih, Balon Bupati Simalungun periode 2020 – 2024 untuk memperkenalkan diri kepada sesepuh dan tokoh masyarakat Simalungun, Prof. Bungaran Saragih dan Prof Bintan Saragih selaku ahli Hukum Tatanegara Universitas Indonesia (UI).

Jufriaman Saragih, seorang anak desa yang gigih dan lahir di Purba Dolok, ia menempuh pendidikan dasar di kampungnya yang pada waktu itu belum tercantum di peta.

Kemudian, ketika SMP hingga SMU baru melanjutkan ke kecamatan di Tigarunggu dengan berjalan kaki sejauh 5 km dari kampungnya di Purba Dolok.

Jufriaman Saragih yang sekaligus produser film Horas Amang ini memilih lokasi syuting di sekitar wilayah Danau Toba, mulai dari kampungnya di Purba Dolok, Haranggaol, Sipiso Pispo, Brastagi, Prapat sebagai promosi prawisata Danau Toba. Dalam 3 tahun terakhir ini, ia juga sudah menanam jeruk seluas 4 hektar sebagai wisata pertanian.

Bungaran Saragih, sebagai sesepuh dan tokoh masyarakat Simalungun, Guru Berar  Institut Pertanian Bogor (IPB) dan seorang ahli di bidang pertanian memuji ide dan  pemaparan Jufriaman Saragih yang mengembangkan pertanian dengan menanam jeruk sebagai objek wisata.

Penulis: JP. Dasuha.
Editor: Dny.

print

Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali PT IMIP HUT Morowali Pemkab Iklan Kecamatan Bahodopi HUT MOrowali ke-20

Berita Populer

To Top