Leaderboard
Jakarta

Ramuan Gek Ayu Bikin Perempuan Kewalahan Pada Suami

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Panggilan akrabnya Gek Ayu, meski namanya terbilang panjang. Gek Ayu Rusmini Lokika Wati. Perempuan kelahiran 19 Maret 1979 ini, punya seabrek kegiatan. Dia pengusaha, punya (Batu) yang bergerak Fermentasi Beverage Industry Local Fruits dan satunya lagi UD. Herbali, core bisnisnya industry kesehatan dan minuman herbal.

Eh, itu saja belum cukup. Masih ada lagi organisasi yang ditekuni. Gek Ayu, demikian wanita Bali berkulit sawo matang (exotic)ini, anggota DPD HIPMI Bali sebagai Ketua Bidang Agrobisnis, Agroindustri dan Maritim. Di situ dia sudah tiga periode. Selain di KNPI, Gek Ayu dipercaya sebagai Korwil UKM IKM Nusantara Bali pimpinan Chandra Manggih Rahayu

“Sibuk dong,”?

“Banget,” jawabnya saat dihubungi iglobalnews lewat selularnya. Suaranya sedikit serak. Ramah dan familiar.

“Ada apa nih,”? Kok tumben telepon, ujarnya.

Dia langsung antusias saat disinggung soal Peraturan Gubernur (Pergup) Bali Nomer 99 tahun 2018. Isinya menyangkut pemasaran dan pemanfaatan produk pertanian, perikanan dan industri lokal Bali mewajibkan toko swalayan, hotel restoran dan katering. Pujiannya tak pernah berhenti.

Lewat Pergup ini, menurutnya, tak sekadar industri lokal Bali punya jalur distribusi, juga mencintai produk lokal, produk warisan leluhur yang harus dilestarikan dari gempuran produk impor.

“Saya setuju banget, Pergup ini diikuti Provinsi lain,” tegas Gek Ayu. Apalagi, Pergup ini bukan sekadar lips service. Tapi ada sanksi jika tidak dijajakan di swalayan dan restoran di Bali.

Maklumlah, sekalipun ada, tapi etalase produk lokal disembunyikan dari konsumen. “Tidak kasat mata. Harus di depan dan terlihat,” tegasnya.

Lantas apa hasilnya?.

print

Laman: 1 2 3 4

Berita Populer

To Top