Leaderboard Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali Pemkab
Berita Utama

Polres Kota Tangerang Gerebek Ruko Tempat Rekondisi iPhone Ilegal

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Sebuah lokasi di bilangan Ruko Boulevard Blok E Ciakar, Kabupaten Tangerang, Minggu (17/11/2019) sore digerebek anggota Reskrim Polres Kota Tangerang.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil menemukan ribuan unit iPhone rekondisi dengan berbagai type.

Di hari yang sama, Kapolres Tangerang, AKBP Ade Ary Syam Indradi saat menggelar konferensi pers membenarkan hal itu.

Alhamdulillah, ini sebuah keberhasilan dari teman-teman Satreskrim Polresta Tangerang Polda Banten dalam mengungkap kasus rekondisi smartphone ilegal. Berkat informasi dari masyarakat, kita berhasil mengungkap kasus tindak pidana ini,” Jelas Ade di lokasi penggerebekan tempat digelarnya konferensi pers.

“Tersangka membeli telepon genggam jenis iPhone berbagai tipe rusak dari Singapura tanpa dilengkapi izin impor. Telepon genggam rusak itu kemudian direkondisi dengan mengganti komponen dengan suku cadang bukan original iPhone,” Ungkapnya.

Ade kemudian merincikan beberapa komponen di telepon genggam tersebut yang bukan komponen asli.

“Komponen bukan original itu di antaranya; earphone, charger, LCD dan komponen kamera,” Lanjutnya.

“Kemudian setelah di rakit telepon genggam rekondisi itu lalu dijual ke berbagai toko online dengan nama toko Panda House dan Lin Store. Para tersangka juga mencetak sendiri nomor IMEI,” Tandasnya.

Dari pengakuan tersangka, diketahui omzet hasil penjualan telepon genggam rekondisi itu bisa mencapai Rp150 juta per bulan .

Dari hasil penggerebekan itu, polisi berhasil mengamankan 1.697 unit iPhone berbagai tipe, 4 unit solder, 1 alat servis, 1 unit mesin pencetak IMEI, 1 unit laptop, 1 unit power supply, dan ratusan dus iPhone palsu.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, di antaranya Pasal 62 ayat (1) juncto Pasal 8 ayat (1) huruf f dan j Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Pasal 104 dan 106 Undang-Undang Perdagangan, Pasal 120 ayat (1) Undang-Undang Perindustrian, Pasal 52 Undang-Undang Telekomunikasi, dan Pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Pencegahan Pencucian Uang. Dengan ancaman hukuman lebih dari lima tahun penjara.

Baca Juga  PELANTIKAN PANITIA DAN TIM PENGAWAS PEMILIHAN KEPALA DESA TANJUNG BURUNG

Kasus tersebut kini masih dalam pengembangan. Kapolres memastikan akan membongar habis jaringan ini agar tidak merugikat masyarakat dan konsumen.

Penulis: Jfr.
Editor: Dny.

print

Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali PT IMIP HUT Morowali Pemkab Iklan Kecamatan Bahodopi HUT MOrowali ke-20

Berita Populer

To Top