Leaderboard
Jakarta

Panik, Dewas Pasar Jaya Sutrisno Jadi Gultom


JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Anggota Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya, Sutrisno, berubah menjadi Gultom tatkala dikonfirmasi awak media menyusul BNI 46 menguasai perparkiran exs UPT Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

“Maaf bapak salah bertanya, nama saya Gultom. Dapat nomor hp saya dari mana,” tanyanya kepada Hasanudin Lamatta, pemerhati pasar tradisional yang juga menghubunginya guna minta waktu bertemu dalam rangka klarifikasi, Minggu (24/11/2019).

Sutrisno dihubungi lewat Whatsapp bernomor 0821222217xx soal dugaan ikut cawe-cawe memberi 34 lokasi lahan parkir ke BNI, Bank DKI serta Jakpro. Dia dituding turut mengarsiteki 34 titik parkir tanpa lelang kepada BUMN plat merah tersebut

“Anda salah sambung saya Gultom,” tandas Sutrisno.

Banyak menyebut Sutrisno sepertinya sedang galau. Dia tak sadar no hp nya tertera di web Pemda DKI. Fotonya pun terpasang jelas di profil whatsappnya.

Sebagai anggota Dewas, Sutrisno dinilai turut mempengaruhi kebijakan Direksi Perumda Pasar Jaya. “Apalagi dia itu tim suksesnya Anies,” jelas sumber yang tidak mau disebutkan jati dirinya.

Sebelumnya sebagaimana dikutip Poskota TV dan Harian Terbit, Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin yang dikonfirmasi menepis tudingan dirinya bermain di lahan perparkiran. Sebagai jawaban Arif mengirim lembaran peraturan yang dikeluarkan gubernur DKI.

Tudingan akal-akalan kebijakan itu lantaran pelanggaran Perpres No 54/2010 tentang pengadaan barang dan jasa ditangkis Pasar Jaya dengan Pergub DKI Jakarta No 50/2019.

Secara tegas Pergub 50/2019 mengatur soal transparansi, keadilan dan membuka kesetaraan bagi semua pelaku dunia usaha. Terutama memberikan kesempatan kepada usaha mikro, usaha menengah dan usaha kecil.

Sumber menyebutkan, selain oknum Dewas, cawe-cawe melibatkan oknum manager parkir mandiri serta sejumlah oknum manager lainnya. Mereka disebut-sebut menerima saweran dari pengusaha yang membackup Bank DKI bermain di parkir.

Baca Juga  Diskusi Publik IPJI, Panelis Terbelah Soal Perpu Revisi UU KPK

Penulis : Red.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top