Leaderboard
kriminal

Miris, Kejahatan Seksual Terhadap Anak Terulang Lagi di Bonapasgit

Disamping itu, setiap pelaku hendak melampiaskan nafsu bejadnya itu, korban selalu dipaksa dan dijanjikan dibebaskan untuk tidak membayar ongkos (sewa) rumah. (Korban dan keluarganya menyewa rumah pelaku,red).

“Tulang itu, bilang gini, kalau aku mau bermain cinta dengan Tulang itu, kami tidak perlu lagi bayar sewa rumah, itulah kata Tulang itu,” kata NY sambil mengusap air matanya. Janji-janji dan bujuk rayu itu dibenarkan T (12) adik korban. “Ia, Tulang itu ngomong gitu”, jelas T dirumahnya.

Tidak tahan atas perlakuan TP, akhirnya Korban dan adik korban memberitahukan peristiwa itu kepada kedua orangtuanya, sontak mendengar peristiwa yang memalukan itu, kemudian Ibu korban S (32) bergegas melaporkan peristiwa-peristiwa ini ke Polres Tobasa. “Laporannya saat ini sedang di proses,” demikian disampaikan ibu Korban kepada Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dirumahnya.

Bersesuaian dengan ketentuan pasal 82 ayat (1), ayat (2), ayat (3) dan ayat (4) UU RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang Penerapan PERPU Nomor : 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak junto UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan pasal 292 KUH Pidana, saya menilai bahwa perbuatan TP telah memenuhi unsur pidana, dengan demikan Polres Tobasa tidak perlu ragu untuk menangkap dan menahan pelaku dan menjerat pelaku dengan ancaman pidana pokoknya minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun penjara bahkan seumur hidup serta dimungkinkan juga dikenakan hukuman tambahan berupa kebiri “kastrasi” lewat suntik kimia yang akan dilakukan setelah menjalani pidana pokoknya,” demikian diterangkan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media di Laguboti usai mengunjungi korban dan keluarga di Porsea, Kamis (22/11/2019).

Baca Juga  Gubernur Ajak Anggota DPD RI Asal Sumut Bersama-sama Membangun

Demi keadilan dan kepastian hukum Tim Investigasi dan Advokasi Cepat Komnas Perlindungan akan mengawal proses penehakan hukumnya dan akan terus berkoordinasi dengan Polres TOBASA (Unit PPA-red) dan aparatus penegak hukum lainnya seperti JPU dan Ketua Pengadilan Negeri di Balige.

Atas peristiwa kejahatan seksual yang terus menerus dan tak hentinya terjadi di Bonapasogit Toba Samosir, sudah saatnyalah semua pihak dan unsur di Tobasa, tokoh agama dan adat, gereja, alim ulama tokoh pemuda, organisasi sosial kemasyarakatan, media serta anggota Dewan dan pemerintah untuk tidak saling menunggu dan menyalahkan, namun hendaknya lah saling bahu membahu untuk memutus mata rantai kekeradan terhadap anak. Karena fakta dan data menunjukkan kejahatan seksual terus saja meningkat sehingga Tobasa sudah berada pada situasi dan tingkatan Darurat Kekerasan Seksual Terhadap anak.

Situasi ini telah terbukti bahwa hampir 52% kasus anak yang dilaporkan ke Polres Tobasa didominasi oleh kasus pencabulan dan atau kekeradan seksual terhadap anak.

print

Laman: 1 2 3

Berita Populer

To Top