Hukum

Lima Koruptor Pembangunan Sarpras Itu Akhirnya Ditahan Kejati Kalsel

on

BANJARMASIN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Tim Jaksa Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) akhirnya menahan lima tersangka korupsi pelaksanaan pembangunan Sarpras (sarana dan prasarana) Penunjang Air Bersih Pedesaan pada Dinas Perumahan dan Permukiman kabupaten Banjar tahun anggatan (TA) 2016,

Lima tersangka ini masing-masing EM dan H selaku PPK/PPTK (pejabat pembuat komitmen-red), MS selaku direktur CV. Wiratama Karya, LSW selaku direktur CV. Karya Putra, dan BRN yang adalah seorang karyawan PDAM Intan Banjar.

“Dari hasil penyidikan, tim jaksa penyidik telah melakukan beberapa rangkaian kegiatan penyidikan berupa pemeriksaan saksi-saksi dan pengumpulan alat bukti lain untuk menentukan pelaku yang diduga terlibat dalam kasus korupsi pembangunan sarana dan prasarana di Dinas Perumahan dan Permukiman Banjar TA 2016 dengan nilai proyek sebesar Rp.9,1 Miliar,” papar Kapuspenkum Kejagung RI Dr. Mukri SH, MH di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Kelima tersangka melanggar Undang-Undang Pemberantasan Korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat (1) jo. pasal 18 UU.RI.Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU.RI.Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHP atau pasal 3 jo. pasal 18 UU.RI. Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU.RI.Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak pidana korupsi jo. pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Terhadap lima (5) tersangka yang menimbulkan kerugian Negara diperkirakan mencapai Rp.4.2 Milyar, kini dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan di Lapas (lembaga pemasyarakatan) Teluk Dalam, Banjarmasin untuk proses hukum selanjutnya,” lanjut Mukri.

Penulis : Richard Aritonang.
Editor : A Jueni.

print

About iGlobalNews

Recommended for you