Leaderboard Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali Pemkab
Hukum dan Kriminal

Korupsi Rp.55 Miliar, Tiga Tersangka Ditahan Kejati Maluku

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Setelah melakuukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, tim Penyidik Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Maluku di Ambon, menetapkan dan menahan tiga (3) pelaku tindak pidana Korupsi penyalahgunaan anggaran pekerjaan Pembangunan Terminal Tranmsit type B di Desa Passo Kecamatan Baguala, Kota Ambon tahun anggaran (TA) 2008-2009, Kamis (14/11/2019).

Tersangka masing-masing AG (Direktur PT. Reminal Utama Sakti) selaku pelaksana pekerjaan, AO pejabat pembuat komitmen (PPK), dan JLM selaku konsultan pengawas. Ketiganya ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana korupsi anggaran pendapatan daerah (APBD) kota Ambon tahun 2007 hingga 2014.

Menurut keterangan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) RI Dr. Mukri SH, MH dalam paparan persnya, kasus ini bermula ketika tahun 2007 sampai dengan tahun 2015, Dinas Perhubungan Kota Ambon dan Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 55.344.985.074.

“Setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi dalam menyidik dugaan tindak pidana korupsi pada Dinas Perhubungan Kota Ambon yang berasal dari anggaran APBD Kota Ambon tahun 2007 s.d 2014 dan anggaran dari Kementerian Perhubungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat tahun 2012 dan 2015 diketemukan bukti awal adanya perbuatan korupsi,” papar Mukri.

Alokasi tersebut, dijelaskan Mukri, terbagi atas Anggaran yang bersumber dari APBD Kota Ambon sebesar Rp.44.737.028.074,- dari tahun 2007 s.d 2014, dan Anggaran yang bersumber dari Kementerian Perhubungan Dirjen Perhubungan Darat sebesar Rp10.607.975.000,+ dari tahun 2012 dan tahun 2015 untuk pembangunan Terminal Transit Tipe B, Desa Passo, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

“Berdasarkan hasil penyidikan tim jaksa, pada pelaksanaan pekerjaan tersebut ditemukan adanya selisih lebih pembayaran yang diterima oleh penyedia barang atau jasa. Jika dibandingkan dengan volume fisik, terjadi kerugian keuangan negara sejumlah Rp3.40 Miiar lebih,” lanjut Mukri.

Baca Juga  Shyalimar Malik, Cucu Wartawan Pejuang Jadi Wabendum IMO (Ikatan Media Online)

Untuk kepentingan penyidikan, terhadap ketiga tersangka itu pada hari ini, Kamis (14/11/2019) dilakukan penahanan di Rumah Tahan Negara (RUTAN) Ambon sampai dengan dilimpahkan ke Pengadilan.

Penulis : Richard Aritonang.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali PT IMIP HUT Morowali Pemkab Iklan Kecamatan Bahodopi HUT MOrowali ke-20

Berita Populer

To Top