Leaderboard Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali Pemkab
Tangerang

Karo Ops Polda Banten, Pimpin Apel Pengamanan Pemungutan Suara Pilkades Tangerang

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Polda Banten menggelar Apel Pengamanan Tahap Pemungutan Suara Pilkades Kabupaten Tangerang.

Apel Pengamanan Tahap Pungut Suara ini akan dipimpin Oleh Karo Ops Kombes Pol A. Roemtaat yang mewakili Kapolda Banten, Irjen Pol Tomsi Tohir, Minggu (1/12/2019) sekira pukul 08.00 WIB besok.

Kegiatan Apel Pengamanan dan Anev Pilkades, dipimpin oleh Karo Ops Polda Banten, didampingi oleh, Kapolresta Tangerang, Pejabat utama Polda Banten, Dandim Tangerang, Para Kapolsek jajaran polresta tangerang, Para danramil dan personil gabungan dari Polri, TNI dan Sat Pol PP, yang berjumlah dua ribuan orang.

Dalam Arahannya , Karo Ops menggelar analisa dan evaluasi (Anev) Pilkades Serentak Kabupaten Tangerang di Lapangan Maulana Yudhanegara, Puspemkab Tangerang, Sabtu (30/11/19) pukul 08.00 WIB.

Dari anev itu terungkap, faktor keamanan seluruh tahapan, sasaran operasi dan keamanan calon kades menjadi salah satu prioritas.

“Kita tentu tidak ingin peristiwa sempat hilangnya kades terpilih di daerah Desa Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah terjadi di sini,” kata Kepala Biro Operasi Polda Banten, Kombes Pol A. Roemtaat yang memimpin pelaksanaan Anev.

Oleh karena itu, kata Roemtaat, calon kades akan mendapat pengawalan melekat hingga proses Pilkades selesai. Hal itu, lanjut dia, agar keberadaan dan keamanan calon kades dapat terus terpantau.

Selain keamanan calon kades, Roemtaat menambahkan, hal yang menjadi sasaran operasi ada 4, yaitu Orang, Tempat, Barang dan kegiatan pilkades. Salah satu perhatian lain adalah mengantisipasi apabila ada yang tidak puas dengan hasil Pilkades. Dikatakan Roemtaat, pihak-pihak yang kalah tentu mempunyai potensi besar untuk melakukan ancaman terhadap penyelanggaraan Pilkades. Pihak yang kalah, bisa saja melakukan kekerasan atau kerusuhan atas ketidakpuasan hasil Pilkades, ujar Roemtaat.

Baca Juga  Suami Istri Kompak jualan Ganja di Tangkap Barang Buktinya 1 Kg dan 5 paket Sabu

“Hal ini tentu harus diwaspadai terutama dengan mempelajari karakter calon kades dan masyarakat pendukungnya,” ujar Roemtaat.

Selain dua hal itu, Roemtaat, membeberkan potensi ancaman keamanan adalah saat proses pemungutan dan penghitungan suara. Saat pemungutan suara, kata dia, sangat mungkin terjadi kisruh misalnya saat terjadi perselisihan soal batas waktu pencoblosan dan syarat seseorang dapat menggunakan hak pilihnya.

Dia mengatakan, mungkin saja ada warga setempat yang terlambat datang atau tidak mendapat panggilan memilih. Saat orang itu datang ke tempat pemungutan suara, ujar dia, bisa dipastikan akan terlebih dahulu adu argumentasi dengan panitia. Bila tidak segera diselesaikan, tambahnya, sangat mungkin perselisihan itu berujung kekisruhan.

“Sedangkan saat penghitungan suara, antar saksi dan pendukung biasanya alot soal sah dan tidaknya surat suara yang telah dicoblos,” tandasnya.

Karo Ops Menjelaskan Adapun Jumlah kecamatan yang melaksanakan Pilkades sebanyak 19 kecamatan, terdiri dari 92 Desa, dengan Total FPT 623.843 Pemilih. Sedangkan Total TPS sebanyak 337, dengan Total calon kepada desa sebanyak 363 orang. Adapun Jumlah kekuatan personil pengamanan tahap pungut suara pilkades kab. Tangerang sebanyak 2.682 personil, yang terdiri dari Satgas Polsek 340 personil, Satgas Polres 352 Personil, BKO Polda 1.700 Personil, Brimob dan Samapta Polda sebanyak 300 Personil.

Polda Banten Siap Memastikan Keamanan dan kelancaran seluruh tahapan kegiatan dengan kekuatan personil yang ada dan dibantu oleh Kodim, koramil, pemda dan seluruh lapisan masyarakat. Kita berdoa agar semua pelaksanaan pengamanan Pilkades berjalan aman dan lancar.

Penulis: A Jueni.
Editor: Dny.

print
Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali PT IMIP HUT Morowali Pemkab Iklan Kecamatan Bahodopi HUT MOrowali ke-20

Berita Populer

To Top