Sumatera Utara

Jadikan Pembangunan KDT Berwawasan di Lingkungan yang Berkeadilan dan Sensitif Hak Anak

Untuk diketahui bahwa tingginya kasus-kasus pelanggaran dan kejahatan terhadap anak di KDT karena kurangnya tanggungjawab, kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam memutus mata rantai pelanggaran terhadap anak

Masyarakat selalu menganggap bahwa masalah anak adalah madalah domestik.

Gereja sebagai institusi keagamaan juga tak mampu menyuarakan suara kenabiahnya untuk melawan dan membebaskan anak-anak dari ketidakadilan, ancaman narkoba, pornogragi dan kekerasan.

Gereja tenggelam dan asik dalam pembangunan fisik sarana dan prasarana dan lupa pula mempersiapkan jemaat menghadapi dampak negatif pembangunan wisata dan untuk dapat keluar dari kemiskinannya dan tantangan jaman.

Harus diakui bahwa Gereja saat srdang asyiik dengan dirinya sendiri, dan penuh dengan acara-acara seremonial. Tidak punya gerakan transformasi sosial yang menyararkan.

Dengan demikian, untuk memastikan anak dapat bertumbuh dan berkembang secara wajar dan dapat menikmati waktu luang dan budayanya sudah selayaknyalah kita bangun KDT berwawasan lingkungan yang berkeadilan, serta sensitif dengan persoalan-persoalan anak. Pembangunan KDT wajib hukumnya dan wajib mempertimbangkan kepentingan terbaik anak (the best interest of the child).

Pulau Samosir sebagai destinasi wisata dunia harus dijadikan Pulau Samosir yang unik, layak dan bersahabat dengan anak, tambah Arist.

Penulis : (Koord) Nero.
Editor : A Jueni.

print

Laman: 1 2 3

Berita Populer

To Top