Leaderboard
Sumatera Utara

Jadikan Pembangunan KDT Berwawasan di Lingkungan yang Berkeadilan dan Sensitif Hak Anak

Sementara kasus-kasus pelanggaran hak anak di Samosir tidak menjadi perioritas utama dalam rencana pembangunan Pulau Samosir termasuk anak-anak menjadi korban kekerasan seksual dan eksploitasi ekonomi, anak kurang gizi, termasuk anak terpapar dengan HIV/AID dan Anak Dalam situasi HIV, anak situasi korban narkoba serta pornografi dan porno aksi, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media di Balige. Kamis (21/11/2019).

Lebih lanjut Arist mengatakan bahwa pembangunan sumber daya manusia dan lingkungan yang berkeadilan belum menjadi prioritas dan pertimbangan utama pembangunan KDT.

Demikian pulq, pembangunan inprakstruktur yang dilakukan pemerintah juga belum mempersiapkan anak2 sebagai sumberdaya bekelanjutan bahkan masih jauh tertinggal dan terlupakan.

Keberadaan anak di Pulau Samosir masih dianggap beban dan sumber masalah. Sementara kasus-kasus pelanggaran hak anak yang ada di KDT membutuhkan komitmen bersama untuk bisa diatasi.

Samosir harus menjadi Pulau orang Batak yang bersahabat dan Layak bagi Anak, bebaskan anak dari segala bentuk eksploitasi, penelantaran, penganiayaan, kekerasan dan duskriminasi, lanjut Arist.

Kepentingan terbaik anak dalam mempersiapkan KDT sebagai wisata dunia harus menjadi yang utama. Pembangunan KDT harus sensitif terhadap hak-hak anak dan mempersiapkan mekanisme perlindungan anak daerah wisata yang konprehensif, dalam menghadapi tantangan dan dampak negatif dari wisata dimasa depan seperti prostitusi online anak dan peredaran narkoba.

print

Laman: 1 2 3

Berita Populer

To Top