Tangerang

Disnakertrans Prov. Banten Sidak PT.Duckil Textile Korea Indonesia

on

Adapun pulang kerja karyawan hingga pukul 16.30 Wib “itu masuk Overtime satu jam, begitu pula dengan hari sabtu yang jam kerjanya melewati jam 12.30.Wib kita juga hitung overtime,sehingga untuk hitungan lemburnyapun sesuai hitungan yang berlaku,” terangnya.

Ketika disingung terkait dugaan, PT.Duckil Textile mengaji karyawannya dalam satu bulan kerja hanya di bayar Rp. 2.500.000.- (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang diduga tidak sesuai dengan UMK/UMR dan ketika persoalan ini ramai di publikasikan pada media, pihak perusahaan merapatkan karyawannya lalu merubah sistem gaji menjadi tiga juta dengan sistem training tiga bulan dan selanjutnya akan diberlakukan gaji karyawan sesuai dengan ketentuan UMK/UMR, dan keterkaitan dengan absen hari sabtu tidak mengunakan Finger Print alias absen manual, Imas Julianty membantah.

Menurutnya, terkait gaji karyawan kami sudah ikut aturan dan sesuai dengan undang-undang yang berlaku di pemerintahan, yaitu sesuai dengan UMK kabupaten tangerang. Sehingga berkaitan dengan brifing karyawan pun kami lebih mengedepankan sikap kekeluargaan dan menanamkan kepada karyawan agar merasa memiliki, bahwa perusahaan ini seakan milik bersama. Untuk mengenai absen manual karyawan pada hari sabtu kami selalu terapkan sistem Finger Print, dan mungkin waktu itu lagi sedang rusak saja, karena selama ini perusahaan belum pernah mendapat untung yang ada selalu keluar uang sehingga saya juga tidak tau siapa yang melaporkan hal ini, dan saya hanya bisa mengelus dada. Ucap Imas

Menurut, Ayi Abdullah Alhabsyi (Direktur Eksekutif) LSM Giat Peduli Lingkungan Indonesia, “Kami sangat apresiasi atas respon dinas Tenaga kerja dan Transmigrasi Provinsi Banten yang telah melakukan sidak ke PT.duckil Tekstil Korea Indonesia, akan tetapi harapan kami kedatangan Disnakertrans provinsi Banten benar- benar bekerja untuk menjalankan tupoksinya, bukan hanya sekedar action semata atau sekedar ceremonial saja.

Baca Juga  Sering Malak dan Resahkan Warga, Dua dari Tiga Premkam Diciduk

Tindakan yang lebih tegas dan serius harus di lakukan terhadap permasalahan PT. Duckil Textile Korea Indonesia, dan dalam masalah ini GPL Indonesia sangat berharap kepada pihak Disnaker jangan sampai ada main mata dengan pihak perusahaan yang nantinya hanya akan mencoreng Disnakertrans Provinsi Banten itu sendiri

Dari hasil pantauan tim investigasi kami serta berdasarkan keterangan dari narasumber yang dapat di pertangung jawabkan di sertakan bukti dokumen (slip gaji karyawan dengan upah di bawah standar), sudah jelas PT.Ducki Tekstil Korea Indonesia telah melanggar UU 13 Tahun 2003 Tentang ketenagakerjaan pasal 90 ayat 1: Pengusaha di larang membayar upah lebih rendah dari upah minimum sebagaimana di maksud dalam pasal 89.

Baca juga : Pabrik Textile Asal Korea di Cikupa Diduga Langgar Aturan Pemerintah.

Baca juga :

Penulis : Tim.
Editor : A Jueni.

print

Laman: 1 2

About iGlobalNews