Jakarta

21 Tahun Komnas PA : Selamatkan Anak dari Dampak Gejet dan Game Online

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Indonesia dilaporkan adalah negara terbesar kelima didunia pelangan internet setelah Thailand, Philipina, Colombo dan India. 53,75% (persen) pelanggan internet adalah berusia 13-18 tahun. Diperkirakan 38,01% atau setara dengan 2,1 juta anak berusia dibawah 15 tahun adalah pengguna game online aktif.

Sementara iti, RS Jiwa di Cicarua, Jawa Barat tahun 2018/2019 mencatat 209 usia anak pernah mendapat layanan ranap inap karena terganggunya mental dan jiwa anak akibat dari ketergantungan gajed dan game online.

Sejumlah kasus yang dilaporkan sepanjang tahun 2019 kepada Komnas Perlindungan Anak didapati anak yang telah pada situasi ketergantungan pada gaged menunjukan tanda-tanda menderita mata kabur, legam pada kelopak mata, gelisa dan cemas, nilai akademik terus menurun, emosional, mudah marah dan cuek akan lingkungan rumah dan keluarga serta lingkungan sosialnya.

Sedangkan dampak anak tergantung gajed dan game onliine dapat dilihat psda kerusakan mental dan jiwa anak, rsdang pada otak, stres, depresi bahkan percobaan bunuh diri yang pada giliran anak menjadi sangat potensial menjadi pelaku maupun korban kekerasan dilingkungannya.

Anak yang sering berselancar dengan gaged dan game online kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosialnya, yang pada gilirannya menjadi anak yang anti sosial dan seringkali menjadi anak yang tidak taat pada etika dan aturan dalam keluarga.

Jika kondisi ini kita biarkan, dan kita tak mampu memutus mata rantai anak ketergantungan gaged dan game online maka dimungkinkan Indonesia akan kehilangan generasi (lost generation), demikan disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum KOMNAS Perlindungan Anak saat hadir di Car Free Day (CFD) mengikuti Kampanye Selamatkan Anak dari Ketergantungan gaged dan game online pada Minggu (10/11/2019) di Bundaran Air mancur Hotel Indonesia.

print

Laman: 1 2

Berita Populer

To Top