Leaderboard Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali
Seputar Banten

Miris, Diduga Proyek Jembatan Cibeureum Abaikan Permen PU Dinas PUPR Prov. Banten Terkesan Diam


BANTEN, IGLOBALNEWS.CO.ID – untuk ketiga kalinya permberitaan terkait proyek Jembatan Cibeureum (penghubung Serang-Tangerang), selain lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pihak Dinas PUPR Provinsi Banten.

Miris, ternyata Proyek penyelesaian jembatan Cibeureum yang menelan biaya milyaran rupiah tersebut diduga kuat Abaikan Permen PU Nomor 05 Tahun 2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) Kontruksi Bidang Pekerjaan Umum. Pasalnya, para pekerja pada proyek tersebut tidak dilengkapi Alat Pengaman Diri (APD), yang seharusnya wajib disediakan oleh pihak perusahaan selaku penyedia jasa.

Ketika persoalan ini dikonfirmasikan kepada Riski rabu (30/10/2019) yang mengaku sebagai Adm dari CV. Nagah Berlian dilokasi kegiatan jembatan Cibeureum, terkait alasan pihak perusahaan tidak menerapkan SMK3 kepada para pekerja pada proyek tersebut. Riski menjawab, bahwa perlengkapan K3 nya ada semua cuman pada digantung dan untuk pengawas K3 tidak ada, namun untuk penanggungjawab di struktur organisasi K3 nya atas nama Tedi, tapi jarang kesini. Ungkapnya

Namun, diselah-selah obrolan, Riski menelpon seseorang setelah di angkat telponnya diberikan kepada salah satu awak media. Ketika ngobrol, orang tersebut menyampaikan oh kamu wartawan dari Iglobalnews itu, dari kemarin saya cari-cari, dengan nada terkesan mengancam ia mengatakan ga usah ganggu-ganggu proyek jembatan Cibeureum. Ucapannya kepada awak media via telpon seluler milik Riski

Saat diwawancarai awak media dilokasi kegiatan terkait alasannya pekerja tidak dilengkapi APD rabu (30/10/2019), dengan serentak para pekerja menjawab. Kami tidak mengunakan APD karena tidak dikasih oleh pihak perusahaan, padahal kami sangat butuh perlengkapan keselamatan kerja, ucapnya serentak.

Terkait masalah ini Nasrulloh Ketua DPW Banten Lembaga swadaya masyarakat Gerakan Nurani Rakyat (LSM GNR) angkat bicara, menurut nya, “Perilaku pelaksana/penyedia Jasa yang mengabaikan K3 dalam setiap kegiatan proyek bukan karena ke alpaan semata, melainkan sebagai sebuah perilaku yang di sengaja.

Baca Juga  Jamur Tiram dari Serang Diminati Masyarakat

Baca juga : Proyek Penyelesaian Jembatan Cibeureum Diduga Tidak Terawasi Secara Maksimal.

Minim nya pengawasan oleh Pejabat Pembuat komitmen (PPK) adalah alasan dasar para pelaksana/Penyedia Jasa tidak memberikan APD kepada pekerja proyek. PPK sebagai pejabat pembuat komitmen, tapi pada faktanya komitmen yang di buat sangat merugikan para pekerja di lapangan, bahkan Ironisnya lagi walau persoalan ini sudah bekali-kali diterbitkan di media ini, Dinas PUPR Provinsi banten terkesan diam dan seakan tak mampu berbuat. Tegasnya.

Sampai berita ini diterbitkan, Daud Joesef PPK proyek Penyelesaian Jembatan Cibeureum dari Dinas PUPR provinsi Banten masih belum dapat dikonfirmasi.

Baca juga : Saat Ditemui Dikantornya PPK Proyek Jembatan Cibeureum Tidak Ditempat.

Penulis : Nero/Bob.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali

Berita Populer

Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali
To Top