Leaderboard Iklan Muba Pelantikan Muba DPRD Iklan HUT TNI ke-74 Morowali
Hukum

Dua Saksi dari PT WMM Bantah BAP Polisi Dalam Sidang HAKI Desain Industri

Terdakwa Indra, Direktur PT.WMM sedang diperlihatkan Jaksa barang bukti, senin 30 / 9 / 2019 du PN Tangerang.

Photo Terdakwa Indra, Direktur PT.WMM sedang diperlihatkan Jaksa barang bukti, senin (30/9/ 2019) di PN Tangerang.

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Sidang lanjutan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) menyangkut Sertifikat desain industri cangkang telor, yang sudah terdaftar di Dirjen HAKI Kemenhunkam Ham, BAP Polisi dibantah dua saksi, dari PT Wira Mandiri Makmur (PT WMM) dalam persidangan oleh Ketua majelis hakim, Sri Suharini, senin (30/9/2019) di Pengadilan Negeri Tangerang,

Meneger Produksi PT. WMM, Erwin dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Polisi mengaku di perintahkan terdakwa, Indra Direktur PT WMM memproduksi cangkang telor, tapi dalam persidangan mengatakan keteranganya sudah diarahkan penyidik (Polisi) padahal saksi ketika di penyidikan didampingi penasegat hukum.

Saksi Hendra , bagian Marketing menerangkan sejak tahun 2014 sudah memasarkan cangkang telor plastik, hasil Produksi PT.WMM dan sekitar bulan Juli 2018 ada, Somasi dari PT Gunaplasindo Prima Utama (PT. GPU) yang mengatakan Desain Industri produk ada kesamaan.

Hendra mengatakan Sejak ada Somasi dari PT. GPU ke PT. WMM menyangkut Produksi cangkang telor yang ada kesamaan, dan kemiripan dihentikan dan Produksi yang sudah beredar di pasaran juga ada yang ditarik.

Terdakwa, Indra Direktur PT. Wira Mandiri Makmur (PT WMM) dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh, Robert pemilik Desain Industri yang sudah didaftarkan sejak 28 Mei 2015 dengan ID 0000042265 pada Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) di Kemenkum dan HAM.

Hendra dari bagian Marketing PT. WMM membenarkan ada Produknya yg ditarik dari Pasar, senin 30 / 9 / 2019 di PN. Tangerang.

Hendra dari bagian Marketing PT. WMM membenarkan ada Produknya yg ditarik dari Pasar, senin (30/9/2019) di PN. Tangerang.

Sebelum terdakwa, Indra di laporkan ke Bareskrim Mabes Polri, terlebih dahulu dilayangkan surat Somasi No 159 S & P / VII / 2018 tertanggal 27 Juli 2018 keberatan atas penjiplakan Produksi cangkang telor ayam yang di Produksi PT. GPA sebagai ciri khas yang terbuat dari bahan plastik jenis PET.

Baca Juga  Pembuatan Surat Surat Di Desa Dipersulit Dengan Alasan Yang Tidak Jelas

Dari hasil Somasi ke PT WMM, esempat ada upaya perdamaian agar Produksinya di tarik dari Pasaran dan membayar Konfensasi kerugian yang dialami PT. GPA sebesar 5 miliar rupiah, akibat menjual cangkang telor Produksi PT GPA terdakwa Indra, hanya sanggup membayar kerugian Robert 150 juta, dan kesepakatan tidak tercapai.

Akibat produksi cangkang telor PT.WMM yang beredar di pasaran, menurut Agustin Komesaris PT. GPA di persidangan, sebelum produk cangkang telor ada yang serupa dan mirip di pasaran, masih bisa memproduksi 400 juta/bulan, dan terakhir hasil produksi terus menurun dan tinggal 100 juta/bulan.

Agustin mengatakan, yang membedakan kedua produksi cangkang telor yang di Produksi PT. WMN dan PT GPA terdapat simbol GPA + angka dan hak desain No AOO201403585 pada pisisi sebelah kanan dan No AOO201403584 pada pisisi sebelah kiri dan produksi PT. PGA kemasan plastik kuncian terdaftar.

Perbuatan Direktur PT WMM, terdakwa Indra, dalam surat dakwaan Jaksa Oktaviadi dari Kehajsaan Negeri Tangerang diancam pidana dalam Pasal 54 (1) Jo Pasal 9 undang undang RI Bu No 31 Tahun 2000 Tentang Haki dalam desain industri dengan ancaman hukuman 4 penjara.

Penulis : JP. Dasuha.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT IMIP Iklan Muba Pelantikan DPRD Muba Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT OTI EA Abadi Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI Morowali Iklan Morowali

Berita Populer

To Top