Leaderboard Iklan Muba Pelantikan Muba DPRD Iklan HUT TNI ke-74 Morowali
Jakarta

DPMPTSP Jaktim Diminta Kaji Ulang Penerbitan SLF Buaran Mall


JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Dinas Penanaman Modal Unit PelayananTerpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jakarta Timur diminta untuk mengkaji kembali permohonan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) untuk bangunan Buaran Mall yang terletak di Duren Sawit Jakarta Timur.

Hal tersebut dikemukakan oleh Ketua Tim Investigasi LSM Radar Pembangunan Indonesia (RPI) Ir. Martua Harianja kepada wartawan menyikapi ‘kelancangan’ pihak Buaran Mall yang tetap melanjutkan pembangunan – menambah bangunan perkantoran, bioskop, dan mezzanine – kendati telah menuai sorotan dari berbagai elemen masyarakat dan para pengamat bangunan.

“Pada awal pembangunannya saja, berbagai pelanggaran terhadap ketentuan bangunan telah ditemukan disana. Jadi, tidak ada kemungkinan dalih ataupun kompensasi yang dijadikan oleh DPMPTSP Jaktim untuk mengabulkan permohonan SLF yang diajukan pihak Buaran Mall,” tegas Martua.

Martua menambahkan, koefisien dasar basement bangunan Buaran Mall, sejak awal sudah sarat dengan pelanggaran yaitu, luas basement yang melebihi ketentuan, 55%. Belum lagi, tidak terdapatnya koefisien dasar hijau, dimana lahan penghijauan yang ada, hanya berupa kamuflase tumbuh-tumbuhan diatas pot-pot saja.

Martua, sosok yang sangat memahami peraturan serta prosesi perijinan pembangunan di Jakarta ini mengkhawatirkan, adanya aksi ‘main mata’ yang dilakukan pihak Buaran Mall dengan DPMPTSP Jaktim, demi nominal imbalan menggiurkan, yang berakhir dengan rusaknya tata ruang Jakarta serta menguapnya PAD (pendapatan asli daerah-red) dari sektor perizinan bangunan.

“Untuk itu, kita mengharapkan, DPMPTSP. Jaktim melakukan observasi langsung ke lapangan (Buaran Mall), sebelum memutuskan menerbitkan SLF bagi Bangunan Buaran Mall, dan tidak hanya mengacu pada warna-warna kertas zonasi yang terbentang diatas meja,” tukas Martua mengingatkan.

Seperti diketahui, sejak pembebasan lahan, pembangunan Buaran Mall sekitar lebih sepuluh tahun lalu, penuh dengan kotroversi. Dari sengketa lahan yang berakhir pada pengosongan paksa, ketentuan perizinan yang tidak terpenuhi, hingga penambahan bangunan perkantoran, bioskop, dan mezzanine yang diwarnai dengan pemberian ‘uang receh’ kepada para oknum yang mengaku wartawan dan elemen masyarakat.

Baca Juga  Kota Kelahirannya Dihina Andika Meradang, Wanita Penghina Lampung di Instagram di Polisikan

Reporter : Richard Aritonang.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT IMIP Iklan Muba Pelantikan DPRD Muba Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT OTI EA Abadi Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI Morowali Iklan Morowali

Berita Populer

To Top