Tangerang

Warga Kesal dengan Pelayan Loket Samsat Balaraja yang Selalu Mendahulukan Biro Jasa


TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – seorang warga yang taat pajak keluhkan dengan sistem antrian yang acak acakan di kantor Sistem Adminitrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Sebut saja Njul (24), warga Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Cikupa, dirinya mengaku kesal lantaran pada saat mengantri membayar pajak kendaraan miliknya slalu diselang oleh orang-orang yang diduga memiliki kedekatan dengan para pelayan loket.

Njul (24) anggap percuma pakai nomer antrian, namun untuk orang yang memiliki kedekatan seperti Biro Jasa dapat langsung keloket tanpa harus mengantri untuk menunggu panggilan.

“Saya rela mengantri dari tadi, percuma pakai nomer antrian kalau yang slalu didahulukan orang-orang yang memiliki kedekatan seperti biro jasa,” ungkapnya kepada IglobalNews.co.id, kamis, (12/09/2019 )

Melihat kondisi yang demikian, dirinya berharap kepada pelayanan Samsat Balaraja Kabupaten Tangerang bisa bersikap adil dalam melayani masyarakat tanpa harus melihat dari latar belakang si pemohon

“Seharusnya ikutin SOP nya saja, entah itu temen ataupun Biro Jasa, tetap harus memakai nomor antrian, dan mengantri sesuai nomor antrian yang di milkinya,” ujarnya

Sementara, menurut salah satu pegawai Samsat Balaraja, MHN saat di konfirmasi dirinya menjelaskan kalau orang tersebut mungkin orang biro jasa, menurutnya biro jasa itu tidak harus memakai nomor antrian dikarenakan berkasnya ratusan,

“Mungkin itu biro jasa kali om, yang biasa naro ditaro begitu saja, biro jasa gak pake nomor antrian, mau pake nomor antrian gimana orang ratusan, biro jasa udah nganter langsung tinggal,” tuturnya, jum’at ( 13/09/2019 ).

Menyikapi hal yang dikeluhkan oleh Njul selaku warga masyarakat Indonesia yang menginginkan keadilan tanpa harus membeda -bedakan dan mendahulukan seseorang yang memiliki kedekatan dalam antrian pembayaran pajak, MHN mengatakan,

Baca Juga  Sukmi Warga Miskin Desa Jayanti, Jalani Pengobatan di RSUD Tangerang

“ya mungkin tetangga sana itu engga paham, dan mungkin baru masuk ke samsat sekali,” pungkasnya

Penulis : (Koord) RD/Sigit.
Editor : A Jueni.

print

Berita Populer

To Top