Leaderboard Iklan Muba Pelantikan Muba DPRD Iklan HUT TNI ke-74 Morowali
Jakarta

Komnas PA : Bebaskan Anak dari Eksploitasi dan Iklan Terselubung Industri Rokok


JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak mengatakan bahwa tidaklah terbantahkan bahwa penggunaan Brand Image Djarum dan Jersey yang dipakai anak sebagai peserta Audisi Beasiswa Bulutangkis Djarum yang diselenggarakan PB Djarum adalah iklan terselubung Rokok Djarum dan merupakan praktek eksploitasi terhadap anak yakni memanfaatkan anak untuk memperkenalkan kepada anak bahwa rokok adalah produk normal, (8/09/2019).

Disamping itu, tidaklah juga bisa terbantahkan dan terpisahkan bahwa brand image Djarum dan Jersey yang digunakan peserta audisi identik dengan Rokok Djarum. Ini “terkesan” adalah cara jitu industri rokok memperkenalkan produknya kepada anak. Dengan acara ini ribuan anak-anak secara tidak langsung diperkenalkan dengan rokok.

Oleh sebab itu, dalam perspektif perlindungan anak dari bahaya zat adiktif termasuk bahaya rokok dan demi kepentingan terbaik anak atas haknya terhadap kesehatan dasar, tidaklah berlebihan jika Komnas Perlindungan Anak sebagai institusi independen yang diberikan mandat tugas dan fungsi untuk memberikan pembelaan dan perlidungan Anak menolak secara tegas segala bentuk iklan, promosi dan sponsor rokok dikalangan anak-anak melalui pencarian minat dan bakat anak atas olahraga bulutangkis.

Lebih jauh Arist menjelaskan, bahwa target sasaran iklan, promosi dan sponsor rokok adalah anak-anak remaja sebagai pengganti perokok yang sakit dan bahkan meninggal dunia, oleh sebab itu Komnas Perlindungan Anak secara Total (Total ban) menolak segala bentuk Iklan promosi dan sponsor rokok.

Lebih tegas lagi Arist mengatakan, semua orang tahu bahwa anak korban eksploitasi industri rokok secara “subsitusi” selalu menempatkan bahwa remaja adalah target pasar untuk menggantikan rokok senior yang sudah meninggal atau berhenti merokok.

Kemudian secara “kontinuitas” industri rokok mengatakan bahwa semakin Dini remaja merokok semakin besar keuntungan bagi ini rokok karena anak adalah bisnis konsumen jangka panjang sementara dalam pendekatan “loyalitas” remaja sangat loyal terhadap merek rokok yang dihisapnya.

Baca Juga  Kejahatan Seksual Terhadap Anak Terulang Lagi di Tobasa

Lebih lanjut Arist mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi anak menjadi perokok adalah iklan promosi dan sponsor rokok, kemudian akses anak terhadap rokok sebab Rokok dapat dijual batangan dengan harga murah dan ditengah kehidupan masyarakat rokok dianggap hal yang biasa dan normal serta secara sosial orang-orang merokok di mana saja saja dan kapan saja.

print

Laman: 1 2

Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT IMIP Iklan Muba Pelantikan DPRD Muba Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT OTI EA Abadi Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI Morowali Iklan Morowali

Berita Populer

To Top