Hukum

JPU Keliru Dalam Mengajukan Dakwaan, Kuasa Hukum Beberkan Keterlibatan Bupati Madina

Lanjutnya, tempat (locus) suatu pekerjaan sudah menjadi kebiasaan untuk dijadikan nomenklatur pekerjaan. Oleh karena itu, perbedaan Nomenklatur sudah pasti terdapat perbedaan tempat sehingga dakwaan jaksa penuntut umum tidak jelas, tidak cermat dan tidak lengkap sesuai syarat formil yang ditentukan dalam pasal 143 ayat 3 Kitab Hukum Acara Pidana menyebutkan “surat dakwaan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat 2 huruf b batal demi hukum”

Dalam dakwaan jaksa penuntut umum juga menyebutkan, bahwa seluruh pekerjaan Dinas Perkim Madina dalam mekanisme penganggaran dan penetapan paket pekerjaan yang diperintahkan Bupati, dilaksanakan dengan tanpa mengindahkan atau melanggar ketentuan Undang-Undang yang berlaku, karena pelaksanaan pekerjaan yang lebih dahulu dikerjakan baru kontrak.

Jika asumsi itu yang dibangun jaksa penuntut umum, dijelaskan Baginda, maka dakwaan jaksa penuntut umum tidak jelas, tidak lengkap dan tidak cermat dalam menentukan kerugian negara, karena tidak semua pekerjaan dikerjakan sebelum kontrak ditandatangani.

“Jaksa penuntut umum sudah keliru dalam menentukan kerugian negara, sangat dipaksakan. Seharusnya, dakwaan dibatalkan, jelas tidak sesuai dengan ketentuan Pasal 143 ayat (2) KUHAP”, kata lowyer mantan Plt. Kadis Perkim Madina itu.

Kemudian, jaksa penuntut umum juga menyebutkan, bahwa bangunan-bangunan yang berdiri di Taman Raja Batu tersebut adalah termasuk bangunan permanen yang ada di sempadan sungai tidak diperbolehkan dan sudah terlanjur dibangun harus dinyatakan dalam keadaan status quo. “Secara bertahap harus ditertibkan untuk mengembalikan fungsi sempadan sungai”.

Dengan dalil itu yang dinyatakan jaksa penuntut umum, tegas Baginda Umar Lubis, maka orang yang paling bertanggungjawab atas kesalahan tersebut adalah Bupati Mandailing Natal, Drs. Dahlan Hasan Nasution.

Dilanjutkannya, apa yang ada dalam dakwaan jaksa penuntut umum yang menyebutkan, pada akhir 2016 Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution mempunyai gagasan untuk membangun kawasan wisata serta tempat upacara yang letaknya dikawasan perkantoran di Desa Parbangunan, Panyabungan, Mandailing Natal.

print

Laman: 1 2 3

Berita Populer

To Top