Leaderboard Iklan Muba Pelantikan Muba DPRD Iklan HUT TNI ke-74 Morowali
Hukum

JPU Keliru Dalam Mengajukan Dakwaan, Kuasa Hukum Beberkan Keterlibatan Bupati Madina

MEDAN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Terdakwa kasus korupsi pembangunan Tapian Siri-Siri Syariah (TSS) dan Taman Raja Batu (TRB) Mandailing Natal, Rahmadsyah Lubis, menyampaikan eksepsi atau keberatan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Negeri Medan. Lewat kuasa hukumnya, Baginda Umar Lubis dan Associates menyatakan jaksa penuntut umum tidak cermat, tidak jelas dan tidak lengkap dalam menyampaikan dakwaan.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut umum, Senin (16/09/2019) kepada Rahmadsyah Lubis, adanya kerugian negara sebesar Rp 1.635.847.400. Sedangkan, kerugian negara yang disangkakan saat dilakukan penahanan pada, Rabu (24/07/2019) sebesar Rp1,4 miliar.

“Inilah yang dinamakan tidak jelas, kerugian negara ini bisa berubah saat pembacaan dakwaan. Bisa berbeda Nomenklatur antara penyidikan dan penuntutan,” ujar kuasa hukum Rahmadsyah lubis, baginda saat membacakan eksepsi dihadapan majelis hakim, Kamis (19/09/2019)

Kuasa hukum juga mengatakan, didalam dakwaan jaksa penuntut umum ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp.1,6 miliar lebih dengan asumsi seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh Dinas Perkim Madina dianggap tidak ada dengan kerugian Total Loss. Sementara, dalam dakwaan tersebut tidak ditemukan uraian tentang kerugian negara itu diperoleh.

“Artinya, pekerjaan dimaksud dikatakan fiktif. Padahal, seluruh pekerjaan terkait perkara Aquo dikerjakan dengan baik oleh para terdakwa. Dan hingga sampai sekarang masih dapat dipergunakan serta masih berfungsi dengan baik,” cetus Baginda

Diungkapkannya, dalam dakwaan jaksa penuntut umum terlihat jelas bahwa ada perbedaan Nomenklatur terkait 10 pekerjaan yang ada di Dinas Perkim Madina yaitu, pembangunan MCK dikomplek perkantoran payaloting, pembangunan konstruksi beranda Madina dikomplek perkantoran payaloting, pengadaan kaca, pembangunan abudmen plat beton Desa Perbangunan menuju komplek perkantoran payaloting, kegiatan lanjutan pembangunan abudmen plat beton Desa Perbangunan menuju komplek perkantoran Payaloting, pembangunan pagar dikomplek perkantoran payaloting, pembangunan drainase dikomplek perkantoran payaloting, pembangunan MCK Desa Perbangunan, pembangunan MCK dikomplek perkantoran payaloting dan pembangunan pos jaga dikomplek perkantoran payaloting.

Baca Juga  Lomba di Hari Bhakti Adhyaksa ke-58, Kajati Sumut: Junjung Tinggi Sportivitas dalam Bertanding

Bahwa dakwaan jaksa penuntut umum tidak jelas, tidak cermat dan tidak lengkap, karena ada keragu-raguan tentang Nomenklatur pekerjaan mana yang dituduhkan kepada terdakwa pada pemeriksaan dan penuntutan oleh penyidik atau jaksa penuntut umum. Perbedaan tentang Nomenklatur pekerjaan dalam sebuah penyidikan dan penuntutan sangat mempengaruhi tentang waktu (tempus delictie) dan tempat (locus delictie) terjadinya dugaan tindak pidana.

print

Laman: 1 2 3

Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT IMIP Iklan Muba Pelantikan DPRD Muba Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT OTI EA Abadi Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI Morowali Iklan Morowali

Berita Populer

To Top