Leaderboard Iklan Muba Pelantikan Muba DPRD Iklan HUT TNI ke-74 Morowali
Nias

Masyarakat Nias Barat Minta Kejari dan Kasie Pidsus Segera Tetapkan Tersangka Dalam Kasus Proyek Pembangunan SLB

NIAS BARAT, IGLOBALNEWS.CO.ID – Masyarakat Nias Barat kecewa atas lambatnya penanganan Kasus Pembangunan sekolah Luar Biasa( SLB) yang sudah lama di tangani oleh Kejari Gunung Sitoli yang sebelumnya team kejari Gunung sitoli di bawah kepemimpinan Kasie PIdsus Iman Harefa. Hingga pergantian Kasie pidsus maupun Kejarinya yang saat ini di pimpin oleh Helena Futin Laoli.SH.MH. kejari Gunung Sitoli juga pernah turun Kelapangan melihat kondisi SLB tersebut namun sampai detik ini pihak kejari Gunung Sitoli tidak bisa menentukan pihak tersangkanya. Ada apa dengan Kejari Gunung Sitoli….

Ketua DPW Sumut Lembaga Pencegahan Investigasi Tindak Pidana Korupsi (LPI-TIPIKOR) Sabarudin Daeli.SH.MH angkat bicara dalam hal kasus tersebut beliau menyampaikan lambatnya pihak Kejari Gunung sitoli dalam menangani kasus tersebut membuat masyarakat khususnya Kepulauan Nias gerah atas penegak hukum yang berlogo timbangan ini.

Bung sabar menyampaikan kiranya pihak Kejari Gunung Sitoli harus lebih gesit menangani kasus tersebut jangan takut kalau kiranya ada pejabat publik yang sangkut dalam masalah tersebut. Karna pembangunan SLB itu di indikasikan keterlibatan keluarga dari pimpinan Nias Barat. Seharusnya kejari Gusit jangan ada lagi main mata. Karna bangunan tersebut jelas merugikan keuangan Negara akhirnya tidak bisa di gunakan untuk sekolah luar biasa.

Salah seorang tukang berinisial YD yang tidak pernah tahu tiba-tiba namanya dicatut dalam laporan sebagai tukang dalam proyek tersebut, membantah tidak pernah tahu dan tidak pernah kerja dalam proyek tersebut dan sudah di periksa oleh team Pidsus Gunung sitoli dan BPKP Sumut dengan jawaban yang sama bahkan siap beliau bersaksi di depan hukum. Artinya pihak Kejari Gunung sitoli lah yang mandul dalam menetapkan para tersangka. Dalam kasus Proyek SLB nias barat tahun anggaran 2016.

Baca Juga  Bupati Nisel: Bekerja Secara Normatif, Jangan Berpikir Buruk

Maka dari itu kita meminta Kejatisu khususnya Asintel Kejatisu yang baru, serta Aspidsus Kejatisu segera mengambil alih kasus tersebut yang sudah hampir 3 tahun di peti eskan dengan alasan yg tidak masuk akal yang di buat oleh Kejari Gunung sitoli. Bung sabar pernah mempertanyakan kasus tersebut kepada kasie pidsus kejari gunung sitoli yang bermarga ZAI namun jawabannya masih pendalaman kasus maklum saya baru pak.ujarnya.

Maka dari itu apa bila kejatisu tidak juga merespon hal ini maka di pastikan kepulauan Nias sarang koruptor berdasi terbesar di Sumatera utara, artinya ucapan yang pernah di sampaikan KPK RI terbukti.

Oleh sebab itu Kejaksaan Agung RI.Jampidsus dan Jamwas perlu turun tangan melihat kinerja bawahannya yang hanya mempeti eskan kasus tersebut. Dengan dalih takut memeriksa kalau kasus korupsi dari Kepulauan Nias, apakah ada interfensi dari pejabat Negri ini….? Apakah di biarkan para koruptor berdasi bebas melakukan tindak pidana korupsi tanpa mementingkan manfaatnya….?

Kita berharap pimpinan Kejatisu dan Pimpinan Kejagung RI dapat melidik kasus tersebut dan bukan hanya kasus SLB Nias Barat saja.masih banyak lagi di kabupaten kota yang berada di kepulauan Nias.

Dan bila tidak di tanggapi maka kita akan menyurati Kejagung RI dan Kejatisu meminta kasus itu diteruskan atau di hentikan….? Kalau kurang dengan dokumentasi kita siapkan. Ujar bung sabar yang juga sebentar lagi menjadi advokat ini.

Penulis : Udins.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT IMIP Iklan Muba Pelantikan DPRD Muba Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT OTI EA Abadi Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI Morowali Iklan Morowali

Berita Populer

To Top