Kalimantan Selatan

Balapan Liar Digrebek Polisi, Para Pelaku Gelabakan Sampai Pacar Pun Ditinggalkan

on

MARTAPURA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Sebuah ajang balapan liar yang sudah sangat meresahkan warga Kertak Hanyar, kawasan Jl Gubernur Subarjo arah Pelabuhan Trisakti berhasil digrebek Sat Lantas Polres Banjar. Akibat panik, sejumlah motor ditinggalkan dan bahkan ada yang kabur meninggalkan pacarnya yang harus diamankan aparat.

“Dari operasi yang dibantu juga oleh rekan-rekan Polsek Kertak Hanyar, dan Bag Ops Polres Banjar itu, kami dari Sat Lantas Polres Banjar berhasil mengamankan 30 sepeda motor berbagai jenis dan merk, serta 38 pelaku yang 90 persennya masih remaja atau di bawah umur,” tutur Kasat Lantas Polres Banjar AKP Indra Agung dalam jumpa pers, Senin (26/8/2019).

Uniknya, para pelaku kebanyakan justru berasal dari luar Kabupaten Banjar, yakni berasal dari Batola dan Banjarmasin. “Memang ada sebagian kecil dari warga Kertak Hanyar, namun kebanyakan justru dari warga luar kabupaten. Mereka kebanyakan masih remaja dan cuma beberapa sudah dewasa. Kepada para pelaku kita kenakan wajib lapor secara berkala dan kendaraannya kita tilang karena sudah meresahkan dan membahayakan masyarakat umum,” tegas Indra.

Bermula dari laporan dan keluhan sejumlah tokoh warga sekitar, diantaranya dari ustadz sebuah pondok pesantren, kemudian tokoh warga, maka polisi melakukan strategi pengintaian dan menyamar di sekitar lokasi balap liar. “Memang sebelumnya pernah dilakukan upaya namun tidak bisa banyak menangkap. Akhirnya diketahui kalau balap liar waktunya tertentu yakni pada Minggu dimulai sekitar pukul 17.00 hingga maghrib. Setelah puas kita intai dan dokumentasikan secara rahasia, maka secepat kilat kita grebek dimulai dari aparat berpakaian preman, disusul oleh rekan-rekan berpakaian dinas yang sudah stand by. Hasilnya, sebanyak 30 motor dan 38 pelaku berhasil diamankan, meski masih banyak yang berhasil kabur,” akunya.

Baca Juga  Said Abdullah Umumkan Maju Cabup Banjar

Dari para pelaku ada yang berusia masih 14 tahun sebanyak empat orang, 15 tahun ada 10 orang. “Kita beri mereka pembinaan dan penerangan akan bahaya balap liar, apalagi remaja-remaja itu kebanyakan masih bersekolah. Kita menemukan indikasi balap liar ini ada unsur taruhannya. Namun, belum kita temukan indikasi narkoba. Semoga para orangtua pelaku, bisa ikut membantu kita memberikan kesadaran kepada mereka akan bahayanya balapan liar,” sebut Indra.

Penulis : Adi.
Editor : A Jueni.

print

About iGlobalNews

Recommended for you