Leaderboard Iklan Muba Pelantikan Muba DPRD Iklan HUT TNI ke-74 Morowali
Jakarta

Sudin CITATA dan Satpol PP Kota Administrasi Jaktim Biarkan Bangunan Tak Sesuai Izin Berdiri Megah

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Walikota Jakarta Timur HM. Anwar hendaknya peka menyikapi maraknya bangunan tidak sesuai izin yang berdiri megah dilingkungan kerjanya. Sikap terkesan ‘pembiaran’ ini dikhawatirkan menimbulkan menguapnya pendapatan asli daerah (PAD) DKI Jakarta, khususnya dari sektor perizinan.

Hal tersebut dikemukakan Ir. Martua Harianja kepada iglobalnews di Jakarta Timur, Senin (8/7/2019). Menurut sosok pengamat bangunan yang lama berbaur dalam perizinan dan penertiban bangunan di Jakarta ini, walikota Kota Administrasi Jakarta Timur, HM. Anwar sudah waktunya menerapkan waskat (pengawasan melekat) terhadap dua unit kerja yang berada di jajarannya seperti Sub Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (Sudin CITATA) Jaktim, dan Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur (Satpol PP Jaktim).

“Khususnya dalam tindakan menyalahi izin, kedua unit kerja ini adalah unit yang melakukan pengawasan dan penindakan, bahkan pembongkaran terhadap bangunan yang menyalahi izin” papar Martua.

Namun, kecenderungan yang ada, menurut Martua, oknum pengawasan dan penindakan surut melaksanakan tugas semestinya akibat kompensasi sejumlah uang yang nilainya menggiurkan, dan kompensasi denda terhadap pelanggaran KLB dan KDB yang semestinya disetor kepada kas Daerah, menguap ke kantong-kantong oknum dan kelompoknya.

Martua memaparkan bangunan kantor dan fasilitasnya 5 lantai 1 Basement di Jl. Raya Bekasi Timur No.7 Rt.002 / 02 Jatinegara Pulo Gadung dengan izin nomor. 2539/8.1.0/31.75.00.000/-1.785.5/2017 Tanggal 20 – 02 – 2017.Type bangunan tunggal yang dibangun Deret ini melebihi KDB (koefisien dasar bangunan), dan tidak memiliki KDH (koefisien dasar hijau), dan kurangnya jarak bebas belakang.

“Pembangunan juga telah melanggar rencana jalan raya Bekasi dan garis sepadan Bangunan serta melanggar rencana jalan Tanahkoja satu dan garis sepadan bangunan (GSB) dan rencana jalan Tanahkoja dua dan GSB” imbuh Martua memaparkan.

Baca Juga  Surat Terbuka Buat Presiden: Selamatkan Kemerdekaan Pers Indonesia

Juga pembangunan baru kantor tiga lantai di Jalan Bina Marga RT. 008 RW. 03 Ceger, Cipayung Jaktim dengan izin nomor. 6260/8.1/31.75.00.000/-1.785.51/2016, Tgl. 07-Maret-2016, type bangunan tunggtal yang juga dibangun deret ini, seharusnya hanya satu blok namun dibangun dua blok dengan 18 unit bangunan tanpa ada jarak bebas belakan kedua blok tersebut, sesuai amanat peraturan berlaku. Pembangunan kantor tersebut juga, papar Martua, melebihi KDB, KLB, ketinggian, dan tidak memiliki KDH.

DPM. PTSP (Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu) adalah unit kerja vital yang berpotensi menambah masukan Kas Daerah dari sektor retribusi. “Namun, kecenderungan PTSP yang dinilai oleh Martua hanya berpatokan kepada kertas diatas meja, tanpa melakukan servei langsung ke lokasi, membuat menguapnya PAD DKI Jakarta, sulit dibendung.

Penulis : Richard Aritonang.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT IMIP Iklan Muba Pelantikan DPRD Muba Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT OTI EA Abadi Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI Morowali Iklan Morowali

Berita Populer

To Top