Leaderboard Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali Pemkab
Tangerang

RSUD Kab Tangerang Tagih Biaya Hingga 25 Juta dan Sempat Tahan Jenazah, Tak Taunya Salah Input

TANGERANG, IGLOBALNEWS.CO.ID – Malang nian nasib Keluarga tak mampu ini. Saat akan mengambil jenazah anaknya bernama Salwa jumat (12/07/19).

Pihak Rumah Sakit diduga telah menghambat pemulangan jenazah anaknya dengan menyodorkan Tagihan administrasi sebesar Rp 25 juta dan mengatakan jika mempunyai BPJS tetapi belum aktif akan dikenakan jaminan biaya hingga 75% (persen) dari total tagihan hingga kartu BPJSnya diaktifkan.

Mendapat Tagihan sebesar itu pihak keluarga merasa tak mampu membayar dan hanya bisa menyerahkan Uang sebesar dua juta rupiah sambil menunggu Kartu BPJS siap.

Uang tersebut diterima oleh pihak rumah sakit tapi dengan catatan salah seorang keluarga harus menjadi penjamin.

Merasa menerima prosedur yang berbelit belit akhirnya keluarga almarhum memutuskan menunggu hingga BPJS aktif.

Adanya Informasi terkait dugaan penahanan jenazah oleh pihak RSUD Kabupaten Tangerang terdengar oleh awak media dan langsung mengkonfirmasi pihak Kasir Rumah sakit.

Dari situlah didapat keterangan bahwa memang prosedur yang dijalankan Rumah sakit tersebut seperti itu adanya.

Saat awak media menanyakan apa saja item yang harus dibayar hingga mencapai Rp 25 juta. Salah seorang kasir menyuruh awak media menunggu sebentar.

Hingga kurang lebih 30 menit lamanya barulah salah seorang kasir berinisial Ml menemui awak media dan keluarga almarhum dengan membawa Nota Tagihan.

” Maaf Mas ada kesalahan, tagihanya hanya satu juta tujuh ratus ribu rupiah,” jawabnya enteng, yang tadi salah milik orang lain,” lanjutnya.

Mendengar hal tersebut keluarga almarhum sontak menjadi kesal.

” Mbak kan tadi yang bilang Tagihan perawatan dan pengambilan jenazah anak saya mencapai 25 juta rupiah, sampe saya diminta 75% (persen) dari biaya keseluruhan untuk biaya perawatan dan jenazah anak saya. Sudah hampir tiga jam saya mondar mandir disuruh mbak ke kantor pemasaran untuk urus jaminan,” ujar orang tua pasien dengan geram.

Baca Juga  Ini Klarifikasi Humas PDAM TKR Terkait Komplain Warganet ke PDAM TB

” Kelalaian mbak membuat pemulangan jenazah anak saya jadi terhambat. Kalau tau jumlahnya hanya segitukan sudah cukup uang saya bahkan lebih,” lanjutnya kesal pada petugas kasir.

Saat awak media menanyakan mengapa bisa terjadi kesalahan tersebut petugas kasir Ml hanya menjawab, ” namanya manusia mas,” sambil mencoba mengklarifikasi bahwa ada kesalahan penulisan nama.

Dari pengakuan Ml, dirinya sudah 23 tahun bekerja di RSUD Kabupaten Tangerang sebagai tenaga honorer namun anehnya masih saja membuat kesalahan yang dapat merugikan pasien atau keluarga pasien.

Saat berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti kesalahan input tersebut dapat dikenakan sangsi atau tidak dari pimpinan RSUD Kabupaten Tangerang.

Penulis : Jfr.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Hari Kesehatan Nasional Pemkab Morowali HUT Morowali PT IMIP HUT Morowali Pemkab Iklan Kecamatan Bahodopi HUT MOrowali ke-20

Berita Populer

To Top