Leaderboard Iklan Bupati Muba Cup Prix 2019 Iklan HUT RI Dinas Bina Marga
Jambi

PT SAM Diharapkan Hormati Putusan Lembaga Adat Kecamatan Mandiangin

SAROLANGUN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Setelah di beritakan beberapa waktu yang Lalu oleh Media ini, bahwa PT SAM di laporkan ke Lembaga Adat Kecamatan Mandiangin Tentang banyak nya kerbau warga yang mati di lahan perkebunan milik perusahaan tersebut.

Minggu (28/7/2019) Pihak Perusahaan Koperatif memenuhi sidang yang di gelar oleh Lembaga Adat Kecamatan Mandiangin.

Sidang mediasi di Pimpin Langsung oleh Ketua Lembaga Adat Kecamatan yakni Datuk M Zen dengan di dampingi pengurus Adat lainnya yaitu, Datuk Musa Yunus, Datuk Haziyusar dan Datuk Turas Mihwan.

Sidang Adat digelar di Ruang Pola Kantor Camat Mandiangin, yang di saksikan oleh Tripika Kecamatan Mandiangin, Kapolsek Mandiangin Iptu Adi Prayitno, Perwakilan Subdanramil Sertu Edi Setiadi, dan Camat Mandiangin Pajardin.

Setelah mendengarkan keterangan dari kedua belah pihak ketua Lembaga Adat Datuk M Zen mengatakan, ” kami dari lembaga Adat tidak memihak kepada pihak perusahan dan juga kepada masyarakat, Posisi kami adalah berada di tengah untuk menyelesaikan masalah ini,” katanya.

Sebelum Perusahaan masuk dan membuat Perkebunan kelapa sawit lahan tersebut adalah merupakan Tempat kerbau mencari makan, (Padang Kerbau,red) maka harus di Pagar Agar tidak ada ternak warga yang masuk ke Area perkebunan.

“Ba Umo berkandang siang, Kerbau berkandang Malam.” Kata ketua lembaga Adat dengan bahasa adat setempat

Dalam pokok permasalahan yang di ajukan oleh 15 warga kepada LBH Nusaantara (kantor Hukum Katul) ada sebanyak 16 ternak kerbau yang mati dengan total Kerugian keseluruhan RP 268 juta dengan rincian nilai harga berpariasi di mulai dari umur dua tahun Rp 9 juta sampai induk dewasa Rp 22 juta Rupiah/Satu ekor kerbau.

Hasil sidang Lit Lembaga Adat Kecamatan Mandiangin memalui pertimbangan yang matang, semua pihak di nyatakan memiliki kelemahan masing masing maka Lit Adat memutuskan perusahaan mengganti setengah dari kerugian yang di ajukan warga melalui kantor hukum Katul, dan pihak perusahaan di beri tenggang waktu selama 21 hari untuk menjawab dari keputusan sidang Adat tersebut.

Baca Juga  Gerak Indonesia Berikan Bantuan Sambungan Listrik Kepada Salah Satu Warga Gunung Kembang

Dari pihak perusahaan belum dapat menjawab atas putusan tersebut memalui utusannya Mahyudi mengatakan akan melaporkan hasil keputusan tersebut kepada atasannya yang menurutnya ber kantor di Jakarta, hadir dalam sidang Adat tersebut Perwakilan dari perusahaan adalah Manager lapangan Ramlan Rangkuti, manager humas Refliza, Manager Plasma dan Perizinan Mahyudi.

Usai sidang Adat saat di wawancara perwakilan dari Kantor Hukum Katul Jumhana mengatakan, ” kita sangat menghormati keputusan sidang Lembaga adat, dan kita menerima apa yang telah di putuskan dengan di saksikan oleh Tripika Kecamatan Mandiangin dan sebaliknya pihak Perusahaan PT SAM juga kita harapkan bisa menghormati apa yang telah di putuskan oleh Lembaga adat.” Kata Jumhana.

Penulis : Andra.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Bupati Muba Cup Prix 2019 Iklan HUT RI Pemkab Morowali Iklan HUT RI Organda

Berita Populer

To Top