Jambi

Program P2DK Tidak Lanjut, Kades Sukajadi Salahkan Warga dan Dinas PMD

SAROLANGUN, IGLOBALNEWS.CO.ID – Akibat tidak berkelanjutan program P2DK di Desa Sukajadi, Kecamatan Batin VIII, Kabupaten Sarolangun membuat Kades Sukajadi buka suara miris dan menyalahkan warga yang menerima bantuan Program budi daya ikan lele dengan pendanaan P2DK tahun 2018.

Ahad menjelaskan kepada media iGlobalNews, Sabtu (20/7/2019) di kediamannya, “Kita yang paling bagus dalam menjalankan program P2Dk dalam kegiatan budi daya Lele untuk Kabupaten Sarolangun.”

“Saat panen ikan, semua kita undang, termasuk Kepala Dinas PMD, Mulyadi. Kala itu datang juga pihak independen dalam acara panen raya tersebut,” Tuturnya.

“Desa kita juga selalu ditunjuk sebagai desa yang diaudit oleh BPK. Saya juga heran, terkadang juga sakit hati kenapa selalu desa kita yang ditunjuk untuk diaudit BPK,” Tegas Ahad dengan raut wajah kesal.

Lebih lanjut, Ahad menjelaskan “Sementara desa lain enak-enak saja meski hasil program P2DK budi daya lele desa tersebut buruk dan tidak jelas atau gagal total.”

“Untuk tahun 2018, saya sudah diperiksa dari BPK terkait soal realisasi dana desa yang saya laksanakan, semua sudah diperiksa hasil auditnya semua tidak bermasalah,” Ujarnya.

“Terkait Program P2DK yang saat ini tidak ada perkembangan, itu adalah kesalahan warga. Mereka semaunya dan tidak serius memelihara,” Kata dia.

“Lebih miris lagi setiap hari ikan-ikan di kolam tersebut selalu diambil untuk keperluan pribadi sendiri. Mereka hanya tahu itu adalah bantuan dari pemerintah, akhirnya kita pasrah dan tidak berkelanjutan,” Katanya.

Ia menambahkan, “Untuk budidaya lele kita sudah panen beberapa kali dan hasil panen tersebut hanya untuk kebutuhan di sini saja.”

Ketika ditanya media, sejauh mana dan berapa jumlah panen serta uang hasil penjualan ikan lele tersebut, Sang kades terlihat sedikit bingung dan menjawab, “Kalau itu saya gak jelas soal itu. Karena saya tidak punya catatan.”

Baca Juga  PT Wana Perintis HTI Bina 169 KK Warga SAD

Namun, sampai saat ini kegiatan budidaya lele tersebut tidak dilanjutkan lagi karena para warga tidak mampu membeli pakan ikan lele, makanya jadi tidak berkembang.

“Saya sudah memberi, namun warga tidak mau mengembangkan budidaya ikan lele, akhirnya seperti sekarang ini kolamnya jadi terlantar. Ditumbuhi semak belukar. Saya sudah berupaya semaksimal mungkin untuk alokasi dana demi meningkatkan ekonomi masyarakat,” Imbuhnya.

“Di sisi lain saya sangat menyayangkan sikap dinas PMD Kabupaten Sarolangun dalam membuat juknis untuk alokasi budi daya ikan lele,” Katanya.

Ahad menuturkan, “Coba bayangkan tahun lampau kita disuruh beli bibit mangga. Apa nilai ekonominya? Lebih baik budi daya ikan walaupun tidak berkembang namun bisa dibagi-bagi.”

“Lebih fatal lagi kita juga tidak pernah diberikan petugas pendamping dalam menjalankan program tersebut dari Dinas PMD kabupaten dalam memelihara budi daya ikan lele tersebut. Kita belajar dari tempat pembelian bibit ikan lele tersebut di Rimbo Bujang Muara Bungo,” Katanya.

“Kami belajar melalui mereka, orang dinas hanya cuci tangan dan tidak satupun yang datang memberi arahan bagaimana cara budi daya ikan lele,” Tutupnya tegas.

Namun, di sisi lain berbeda dengan apa yang disampai kan Ahad selaku Kades Sukajadi dengan keterangan yang dihimpun media ini dari para warga setempat.

Salah seorang warga yang enggan disebut namanya menjelaskan, “Semua itu hanya akal-akalan Kades tersebut. Sebenarnya kami meminta sapi yang biasa dipelihara, namun sang kades tidak mau mendengar aspirasi kami. Kades bersikeras budidaya lele inilah. Jadinya semua gagal, yang tinggal ini hanya puing-puing kolam yang sudah hilang karena ditumbuhi pohon kayu dan rumput.”

“Itu hanya kolam dan kandangnya saja, ikannya sudah habis,” Ujar warga sekitar saat ditemui di dekat lokasi kolam tersebut.

Baca Juga  "Resolusi 2019 Payo Beli Honda" Sukses Digelar di Tepian Napal Sarolangun

“Kami meminta supaya semua program di desa kami agar kembali ditinjau dan diaudit agar tahu, apakah dana desa sudah dikelola dengan baik sesuai harapan untuk kesejahteraan masyarakat,” Ujar warga.

Di tempat yang sama, Kades Sukajadi dalam menjalankan program dana desa tahun 2019 tahap satu dan tahap dua tampak sekali tidak taat aturan soal transparansi terhadap publik ataupun masyarakat setempat.

Karena desa tersebut diwajibkan memasang baliho APBDdesa di ruang publik. Namun, itu sama sekali tidak dibuat, hingga mengundang pertanyaan masyarakat atau publik ada dugaan tidak transparan dan diduga berbau korupsi terhadap soal anggaran yang digelontorkan pemerintah ke Desa Sukajadi.

Di sisi lain sang kades telah membangun drainase di depan ruko milik pribadinya di pinggir jalan lintas sepanjang kurang lebih 70 m. Dan hal itu mendapat sorotan dari tokoh masyarakat setempat.

H. KN menjelaskan, “Saat ini program dana desa tidak bisa dirasakan oleh warga Desa Sukajadi. Semua pekerjaan tidak pernah memberdayakan masyarakat setempat dalam hal pekerjaan fisik semua yang mengerjakan orang luar desa. Padahal warga kita di sini mampu dan punya skill, warga hanya jadi penonton saja.”

Lebih lanjut, H. KN mengatakan, “Coba lihat apa boleh buat bangunan di pinggir lintas pakai Dana Desa (DD)? Itu pun buat aliran air untuk rumahnya. Sementara masih banyak hal lain yang paling membutuhkan itupun tidak dilakukan.”

“Kita tahu soal dana desa di sini hanya untuk kepentingan mereka saja tidak memberdayakan warga dan meningkatkan ekonomi masyarakat Desa Suka Jadi,” Kata H. KN.

H. KN menjelaskan kalau semua pekerjaan fisik di desa tersebut pemborong dan pekerja, Ketua BPD dan para perangkat Desa Suka Jadi.

Baca Juga  PT BMP Diduga Catut Disnakertrans Perekrutan Tenaga Kerja

H. KN menambahkan, “Kami rasa ini sudah janggal, namun kita tak berdaya ke mana harus melapor. Saya yakin, ini sudah terorganisir secara massif, jadi kita tidak bisa berbuat apa-apa.”

“Harapan kami masyarakat Suka Jadi dengan adanya pemberitaan ini semoga ada tindakan dari pihak terkait yakni Bupati Sarolangun, inspektorat, Kajari dan Dinas PMD Kabupaten Sarolangun, supaya dugaan korupsi dan kecurangan dalam penggunaan Dana Desa di Sukajadi bisa diusut, dan oknum yang bermain dijebloskan ke penjara,” Tegas H. KN.

Penuli: HP.
Editor: Dny.

print

Berita Populer

To Top