Leaderboard Iklan Muba Pelantikan Muba DPRD Iklan HUT TNI ke-74 Morowali
Hukum

Perkembangan Penyidikan Dugaan Korupsi Pembelian Lahan Batubara di Sarolangun

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Penyidik tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Pidsus Kejagung) RI. Telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembelian 400 Ha. lahan Batubara dengan cara membeli saham pemilik tambang PT. Citra Tobindo Sukses Perkasa (CTSP) oleh PT. Indonesia Coal Resources (ICR) anak perusahaan PT. Aneka Tambang (Antam).

Demikian diungkapkan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Ka Puspenkum Kejagung) RI. Dr. Mukri SH, MH dalam siaran Persnya di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Kedua saksi yang diperiksa adalah Ahmad Nasri, kepala Bagian Hukum Kabupaten Sarolangun, yang diperiksa terkait dengan izin usaha pertambangan Batubara PT. CTSP, dan Eko Syailendra pemilik lahan, yang diperiksa terkait penjualan 50 Ha lahan untuk penambangan Batubara yang dibeli oleh PT. ICR.

“Sebelumnya, penyidik telah menetapkan enam tersangka berinisial BM,MT, ATY, AL, HW dan MH awal Januari 2019 lalu, dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pembelian lahan Batubara seluas 400 hektar, yang menimbulkan kerugian Negara Rp 91,5 miliar” kata kepala Puspenkum Kejagung RI ini.

Dituturkan, kasus tindak pidana korupsi ini berawal dari direktur utama PT. ICR yang bekerjasama dengan PT Tamarona Mas International (TMI). Selaku Kontraktor dan Komisaris, PT.TMI telah menerima penawaran penjualan/pengambialihan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) Batubara atasnama PT.TMI seluas 400Ha.

Kemudian, diajukan lagi permohonan persetujuan pengambilalihan IUP OP seluas 400 Ha (199 Ha dan 201 Ha) kepada komisaris PT ICR, melalui surat bernomor 190/EXT-PD/XI/2010 tanggal 18 November 2010 kepada komisaris Utama PT. ICR perihal Rencana Akuisisi PT.TMI. Permohonan rencana Akuisisi ini disetujui dengan surat nomor 034/Komisaris/XI/2010 perihal rencana akuisisi PT.TMI.

Baca Juga  Bendahara Gaji Dinas Sosial Susilawati Tipu Rekannya Rp.8 Juta

“Dalam kenyataannya, PT.TMI mengalihkan IUP OP seluas 199 Ha dan IUP OP Eksplorasi seluas 201 Ha. Kepada PT. CTSP, sesuai surat nomor. TMI-0035-01210 tanggal 16 Desember 2010 perihal Permohonan Perubahan Kepemilikan IUP Eksplorasi dari PT.TMI kepada PT.CTSP,” tutur Dr. Mukri.

Hal ini bertentangan dengan; persetujuan Akuisisi PT.TMI yang diberikan oleh Komisaris Utama PT.ICR merunut pada surat nomor 034/Komisaris/XI/2010 tanggal 18 November 2010, laporan penilaian Properti/Asset file nomor KJPP-PS/Val/XII/2010/057 tanggal 30 Desember 2010, dan laporan Legal Due Deligence dalam rangka Akuisisi tanggal 21 Desember 2010.

Penulis : Richard Aritonang.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT IMIP Iklan Muba Pelantikan DPRD Muba Iklan Ucapan Pelantikan Presiden RI PT OTI EA Abadi Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI ke-74 Morowali Iklan HUT TNI Morowali Iklan Morowali

Berita Populer

To Top