Leaderboard Iklan Bupati Muba Cup Prix 2019 Iklan HUT RI Dinas Bina Marga
Jakarta

UP. PTSP Jaktim Ditengarai Hanya Merujuk Pada Kertas Berwarna di Atas Meja

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Terkait kegiatan perubahan dan penambahan bangunan lima Lantai plus satu Mezanine untuk pertokoan, bioskop dan kantor di gedung Mal Buaran Klender Duren Sawit Jakarta Timur, yang menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarakat belakangan ini, menetaskan konotasi UP. PTSP (Unit Pelaksana Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kota Administrasi Jakarta Timur, ditengarai tidak melakukan survei langsung ke lokasi sebelum menerbitkan IMB.

Dalam jawaban tertulisnya nomor: 1495/-1.785.51 tertanggal 25 Juni 2019 kepada iglobalnews yang ditandatangani oleh (Plh) Kepala UP.PTSP Jaktim Dahniar Uswatun S.Sos, M.Si menerangkan, Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Nomor 4889/C.37B/31.75/-1.785.51/2018 tanggal 07 September 2018, benar diterbitkan oleh kepala UP.PTSP Jaktim. Jumat, (28/06/2019).

Dijelaskan pula, IMB diterbitkan melalui penelitian administrasi dan teknis dengan melibatkan UKPD teknis terkait serta berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan berlaku.

Namun, menurut pengamat pembangunan Ir. Martua Harianja, jika merujuk pada berkas pengajuan IMB lama dan disesuaikan dengan kertas-kertas Berwarna (warna zonasi pada peta perencanaan kota-red) di atas meja, dapat dimaklumi relevansi UP. PTSP Jaktim mengeluarkan izin penambahan bangunan di atas gedung Mal Buaran.

“Jika memang UP. PTSP Jaktim melakukan survei ke lokasi secara cermat, sebelum mengeluarkan izin perubahan penambahan bangunan untuk pertokoan, bioskop dan kantor ditambah satu mezanine, pastilah ada bagian bangunan yang harus dibongkar sebagai kompensasi pengeluaran IMB perubahan yang sekarang ini” tegas Martua.

Mantan pegawai instansi Dinas P2B (sekarang Dinas Citata) menambahkan, pada pembangunan awal saja, ketika lokasi Mal Buaran masih merupakan tanah kosong, pelanggaran banyak ditemukan disana diantaranya, Koefisien Dasar Hijau (KDH) dan Koefisien Dasar Basement, dimana penghijauan sekitarnya hanya merupakan tumbuhan kamuflase diatas pot –pot serta ruang basement yang jelas lebih lebar dari badan bangunan itu sendiri.

Baca Juga  Dualisme Kepengurusan KNPI akan Rugikan KNPI dan Kaum Muda

“Permasalahan di Mal Buaran ini mirip dengan permasalahan yang baru-baru ini terjadi, di daerah Matraman Jakarta Timur, dimana bangunan peruntukan Kos-Kosan, izinnya diurus sebagai rumah tinggal. Namun setelah diketahui oleh PTSP bahwa peruntukan lokasi tidak sesuai izin, PTSP Jaktim lantas mengganti izin semula menjadi izin Kos-Kos an tanpa melakukan pembongkaran terhadap phisik bangunan yang ada sebagai kompensasi pelanggaran izin semula” papar Martua menunjuk permasalahan IMB untuk rumah tinggal namun peruntukannya adalah Kos-Kos an.

Ketika awak media menghubungi M yang diketahui adalah sebagai pengawas pembangunan di Mal Buaran, M malah menghardik wartawan dengan nada tinggi, “Saya juga bekas Wartawan. Tulis saja besar-besar di media mu, lalu antar ke saya” hardik M yang kemudian diketahui adalah seorang pensiunan pegawai Satpol PP Jakarta Timur.

Penulis : Richard Aritonang.
Editor : A Jueni.

print

Iklan Bupati Muba Cup Prix 2019 Iklan HUT RI Pemkab Morowali Iklan HUT RI Organda

Berita Populer

To Top