Leaderboard Iklan Pekan Daerah KTNA XIII Muba
NTB

Lecehkan Wartawan, Oknum Agen PDPGR KSB di Laporkan ke Polisi

SUMBAWA BARAT, IGLOBALNEWS.CO.ID – Sejumlah wartawan media online di Sumbawa Barat menyesalkan salah satu oknum Agen Program Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) Kecamatan Maluk Sumbawa Barat yang diduga melecehkan profesi wartawan.

Perkataan yang tidak seharusnya di lakukan oleh ketua Agen PDPGR berinisial (AN) merupakan warga Desa Pasir Putih itu, membuat kalangan wartawan di Kabupaten Sumbawa Barat gerah terhadap sikap dari oknum tersebut.

“Jika pernyataan itu ditujukan dengan maksud menghina dan merendahkan profesi wartawan, tentu itu melanggar. UU pers juga memberi sanksi pidana bagi siapapun yang menghalang halangi atau menghina martabat dan profesi wartawan. Kita minta ini di proses hukum,” kata Ketua Forum Wartawan Kemutar Telu (FKWKT), Andi Saputra kepada media, Jum’at (14/06/2019).

Ia juga mendesak aparat kepolisian untuk menangani masalah delik pidana pers ini sesuai aturan dan UU pokok Pers. Jika cukup bukti tindak pidana, tidak ada jalan lain hukum harus ditegakkan.

“Saya mendesak penegak hukum menindak tegas jika ada unsur-unsur pidana terhadap pencemaran nama baik terhadap insan pers. Kita harapkan kepolisian menerapkan pasal dan ancaman pidana sesuai undang-undang No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Karena ketentuan pidana pasal 18 bahwa, Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). Jika soal delik pidana pers tak perlu ada mediasi,” tandasnya.

Sementara itu, Awie Sudirman mengakui telah melaporkan perihal kejadian tersebut ke Mapolres Sumbawa Barat. Ia sangat menyesalkan dengan perkataan yang mencoreng nama baik dirinya sebagai wartawan.

Baca Juga  Lawan Hoaks Jelang Pilpres, Forum Wartawan Media Online Lombok Timur akan Gelar Sarasehan Jurnalistik

“Masak iya di katain saya wartawan amplop mas, dimana-mana wartawan dalam melaksanakan tugasnya tetap mengacu pada etika jurnalis dan UU No 40 tahun 1999 Tentang Pers Bahwa, Kebebasan pers adalah hak yang diberikan oleh konstitusional atau perlindungan hukum,” tegasnya.

print

Laman: 1 2

Iklan Pekan Daerah KTNA XIII Muba Iklan Ucapan Id PDAM Iklan Ucapan Id Pemkot Gunungsitoli Iklan Ucapan Idul Fitri Dinas Perkim dan Pemakaman Kab Tangerang Iklan Ucapan Puasa PT IMIP Iklan Ucapan Puasa Penasehat Hukum iglobalnews Iklan Ucapan Idul Fitri SMAN 8 Kota Tangerang Iklan Ucapan Puasa Dinas Bina Marga Iklan Ucapan Puasa Dinas Tata Ruang Iklan Ucapan Puasa Yayasan YPR Iklan Ucapan Puasa Desa Muara Pemuat Sarolangun

Berita Populer

To Top