Jakarta

Intelijen Kejaksaan RI Diminta Rajut Kembali Persatuan Pasca Putusan MK

on

JAKARTA, IGLOBALNEWS.CO.ID – Seluruh jajaran intelijen Kejaksaan Republik Indonesia diingatkan untuk bisa memahami dan menyadari secara penuh tentang kedudukan, tugas pokok, fungsi, dan kewajiban.

Aparat intelijen Korps Adhyaksa juga harus mampu memberikan kontribusi positif, khususnya dalam upaya menjaga dan mengawal praktik berdemokrasi di tanah air.

Demikian penegasan Jaksa Agung, HM Prasetyo pada Rapat Kerja Teknis Bidang Intelijen Kejaksaan RI pada 26-27 Juni 2019 di Kompleks Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Jumat (28/6/2019).

“Intelijen Kejaksaan diimbau tetap menjaga kepekaan, antisipasi, dan deteksi terhadap ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT) pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK) hingga pelantikan presiden, serta terbentuknya kabinet dan parlemen baru pada Oktober mendatang,” Kata HM. Prasetyo.

Ia berharap jajaran Intelijen Kejaksaan dapat mengantisipasi, memprediksi, dan mengatasi pelbagai tantangan, dan hambatan, seiring berkembangnya dinamika segenap aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Intelijen Kejaksaan, dipaparkan Prasetyo, sebagai perangkat penguat dan pendukung keberhasilan operasi penegakan hukum memiliki peran yang amat penting pada pelaksanaan Pemilu Serentak 2019 yang tidak sedikit menimbulkan friksi, polarisasi, serta ketegangan sebagai ekses dari adanya perbedaan jenis, serta kepentingan yang membawa konsekuensi timbulnya perbedaan ataupun pertentangan sikap, pilihan politik, dan figur yang diinginkan.

Jaksa Agung, HM Prasetyo juga mengapresiasi seluruh jajaran Intelijen Kejaksaan yang responsif, serta mengambil bagian untuk berpartisipasi aktif dalam mengawal setiap tahapan Pemilu di negeri ini.

Acara Rapat Kerja Teknis Bidan Intelijen Itu dihadiri antara lain; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Jaksa Agung Muda Intelijen, Jan S. Maringka, para Jaksa Agung Muda, Sekjen Kemendes PDTT, serta pejabat eselon II dan III di bidang intelijen.

Baca Juga  16 Kg Sabu dan 1.300 Butir Pil Ekstasi Dimusnahkan Polres Jakarta Utara

Penulis: Richard Aritonang.
Editor: Dny.

print

About Danny Adetya